“Pertandingan terakhir kalah dengan permainan yang kurang tenang, permainan yang terlalu terburu-buru. Hari ini saya mencoba buat lebih mengontrol jalannya pertandingan, mengontrol diri juga untuk lebih tenang, lebih sabar dan saya rasa itu cukup berhasil,” kata Jonatan Christie kelar pertandingan.
Di sisi lain, Febriana Dwipuji Kusuma:menjadikan final SEA Games 2025 sebagai lecutan motivasi untuk bangkit. Saat itu di final, mereka kalah dari Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dengan skor 16-21, 21-19 dan 17-21.
"Kami masih ingat rasanya di final SEA Games kemarin, sudah unggul 3-4 poin di gim ketiga tapi tersusul dan akhirnya kalah oleh mereka. Rasa sakitnya kami ingat dan jadi tambahan motivasi untuk tidak terulang lagi hari ini," kata Ana.
(Ramdani Bur)