"Sering kali seorang pembalap, dengan adrenalin memuncak, membuat kesalahan, mendapat penalti, dan selesai. Salah satu hal yang saya pelajari adalah sulit untuk hidup dengan dendam; itu tidak mungkin,” tegas Marquez.
Meskipun ada upaya dari Marquez untuk mengakhiri perseteruan, sentimen buruk di kalangan penggemar kedua belah pihak masih sering terlihat. Pembalap tim Ducati Lenovo ini sempat mendapat cemoohan (booing) dari penonton selama upacara podium setelah memenangkan sprint race di Sirkuit Mugello, Italia tahun ini.
Menariknya, persepsi penggemar mulai menunjukkan pergeseran, di mana Rossi justru menerima cemoohan keras saat video segmennya diputar dalam acara gala penghargaan MotoGP akhir musim.
Terlepas dari kontroversi, Marquez mendominasi musim 2025 dengan 11 kemenangan balapan utama dan 14 kemenangan sprint, meskipun ia terpaksa absen dalam empat putaran terakhir menyusul insiden di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)