"Saya tahu ketika level saya berada di sana, menerapkannya dalam sebuah pertandingan akan membutuhkan waktu untuk diterapkan. Tapi saya tahu melihat levelnya meningkat, hasilnya pun akan mengikuti. Selain itu, saya ingin sekali memenangkan gelar di tingkat apa pun,” tukas perempuan kelahiran Toronto, Kanada, itu.
Dalam comeback-nya di ASB Classic 2024, Raducanu tersingkir di babak 16 besar setelah meraih satu kemenangan saja. Hal yang sama terjadi dalam turnamen keduanya tahun ini di Australia Open 2024. Ia gugur di babak kedua usai ditekuk wakil China, Wang Yafan, dengan skor 4-6, 6-4 dan 4-6.

Raducanu mengakui masih bekerja keras untuk mengembalikan sentuhan dan perasaan bertandingnya di atas lapangan. Ia percaya bakal kembali ke performa terbaiknya karena sadar sudah waktunya untuk bangkit.
“Saya masih berusaha mengembalikan feeling saya di lapangan pertandingan, saya belum sepenuhnya berada di sana tetapi itu akan terjadi seiring berjalannya waktu. Saya sangat sabar dan sangat bersyukur bisa menikmati apa yang saya lakukan,” jelas petenis berpostur 175 cm itu.
(Wikanto Arungbudoyo)