Share

5 Atlet Indonesia yang Dinaturalisasi dan Pilih Bela Negara Lain, Nomor 1 Rebut Medali Perak Olimpiade Athena 2004

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 43 2586315 5-atlet-indonesia-yang-dinaturalisasi-dan-pilih-bela-negara-lain-nomor-1-rebut-medali-perak-olimpiade-athena-2004-k6GMoF3n9E.jpg Berikut lima atlet Indonesia yang dinaturalisasi dan pilih bela negara lain (Foto: Olympic)

5 atlet Indonesia yang dinaturalisasi dan pilih bela negara lain akan dibahas Okezone. Sebagaimana diketahui, Indonesia punya banyak atlet bertalenta yang mampu mengharumkan nama Tanah Air.

Namun, takdir membawa beberapa atlet kebanggaan Indonesia berkarier bersama negara lain. Berikut 5 atlet Indonesia yang dinaturalisasi dan pilih bela negara lain:

5. Andri Syahputra

5 atlet Indonesia yang dinaturalisasi dan pilih bela negara lain

(Andri Syahputra saat beraksi, foto: Instagram)

Daftar ini akan dimulai dengan pesepak bola asal Aceh yang memutuskan membela Timnas Qatar, yaitu Andri Syahputra. Nama Andri sempat mencuri perhatian karena memilih main untuk Timnas Qatar ketimbang Timnas Indonesia.

Kini, Andri bermain untuk Al-Gharafa SC di Qatar. Andri sudah tampil 18 kali untuk timnya, tetapi dia lebih sering memulai pertandingan sebagai pemain penggati atau bahkan hanya duduk di bangku cadangan.

4. Mahalli bin Jazuli

5 atlet Indonesia yang dinaturalisasi dan pilih bela negara lain

(Mahali bin Jazuli usai cetak gol, foto: Istimewa)

Selanjutnya, ada Mahali bin Jazuli yang membela Timnas Indonesia di berbagai ajang sepakbola internasional. Bek satu ini ternyata 100 persen keturunan Indonesia. Sebab, orang tuanya, yaitu Jazuli (ayah) dan Masyura (ibu) berasal dari Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Namun, orang tua Mahali bekerja di Malaysia. Karena lahir di Malaysia, Mahali pun mantap untuk membela Negeri Jiran. Uniknya, di Grup B Piala AFF 2012, Mahali mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia yang membuat Skuad Garuda takluk 0-2.

3. Albertus Susanto Njoto

5 atlet Indonesia yang dinaturalisasi dan pilih bela negara lain

Posisi ketiga ditempati oleh Albertus Susanto Njoto yang sebelumnya merupakan pebulu tangkis Indonesia. Pebulu tangkis satu ini merupakan jebolan PB Tangkas Jakarta. Sempat masuk Pelatnas PBSI, Albertus justru memilih untuk membela Hong Kong.

Meski mengejutkan, keputusan itu berbuah manis untuknya. Sebab, beberapa gelar dapat diraih Albertus di sektor ganda putra.

2. Tony Gunawan

5 atlet Indonesia yang dinaturalisasi dan pilih bela negara lain

(Tony Gunawan saat beraksi, foto: Istimewa)

Tony Gunawan adalah legenda bulu tangkis Indonesia di nomor ganda putra. Bersama Candra Wijaya, dia meraih banyak gelar bergengsi. Prestasi tertinggi mereka adalah meraih medali meas Olimpiade Sydney 2000.

Namun, pada 2002, Tony Gunawan hijrah ke Amerika Serikat untuk menjadi pemain sekaligus pelatih di Orange County Badminton Club. Pada 2004, Tony diminta klubnya untuk membela Amerika Serikat di Kejuaran Dunia Bulu Tangkis 2005 bersama Howard Bach. Secara mengejutkan, Tony mampu menjadi juara usai mengalahkan wakil Indonesia, Candra Wijaya/Sigit Budiarto.

Tony Gunawan tetap beprestasi di dunia tepok bulu, tetapi tujuannya pindah ke Amerika Serikat tidak tercapai. Sekadar informasi, tujuan Tony Gunawan pindah ke Amerika Serikat adalah untuk mengejar gelar sarjana pendidikan teknik komputer di Devry University di Pamona, California.

Sayang, kesibukan sebagai pemain dan pelatih membuatnya tidak bisa membagi waktu. Alhasil, dia dikeluarkan dari universitas pada 2006.

Meski telah lama tinggal di Negeri Paman Sam, Tony Gunawan baru menjadi warga negara Amerika Serikat pada 2011. Pada tahun itu, dia menjuarai Pan America Games bersama Bach dan lolos ke Olimpiade London 2012. Setelah itu, dia pensiun dan fokus menjadi pelatih di Amerika Serikat.

1. Mia Audina

5 atlet Indonesia yang dinaturalisasi dan pilih bela negara lain

(Mia Audina saat beraksi, foto: PB Djarum)

Mia Audina adalah legenda bulu tangkis Indonesia. Dia adalah sosok yang dianggap penerus Susi Susanti di sektor tunggal putri. Berbagai prestasi pun diraih Mia Audina untuk Indonesia yang di antaranya perak Olimpiade Atlanta 1996 dan emas SEA Games 1997.

Namun, Mia Audina pindah kewarganegaraan jadi Belanda pada 1999 karena mengikuti sang suami, Tylio Arlo Lobman. Bersama Belanda, Mia Audina tetap berprestasi. Bahkan, di Olimpiade Athena 2004, Mia Audina mampu meraih medali perak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini