Pria kelahiran 27 April 1992 itu juga mecurahkan bahwa dia merasa terbebani dengan statusnya sebagai wanita. Namun, tak ada tempat yang bisa menjadi dia membagikan keluh kesahnya.

“Sakit om ded, gue jalani sebagai seorang wanita itu, bukan yang seperti orang lihat, wah sukses. Gak, gua menderita. Gua berusaha jalani bukan diri gua. Tapi gua mengeluh ke siapa,” kata Aprilio.
Aprilio secara resmi berubah menjadi seorang pria pada Maret 2021 lalu. Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara, resmi mengabulkan permohonan pengubahan nama Aprilia Santini Manganang menjadi Aprilio Perkasa Manganang.
(Rachmat Fahzry)