Setelah mulai masuk ke Persatuan Bulu Tangkis (PB), Taufik mengaku tetap menjalani sekolah dan baru latihan pada malam harinya. Menariknya, sewaktu Taufik duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia pernah mendapatkan nilai merah di rapot pelajaran olahraga.
Taufik pada saat itu cukup kaget karena bisa mendapatkan nilai merah di pelajaran olahraga. Padahal ia cukup sering mengikuti lomba bulu tangkis mewakili atas nama sekolah. Ia pun mengaku pada saat itu melaporkan ke pihak Kanwil yang mengurusi masalah olahraga.
Ketika perwakilan Kanwil datang, masalah nilai merah pun tak dirasakan Taufik lagi. Jadi, kurang lebih itulah pengalaman kecil Taufik saat mencoba memulai karier sebagai atlet bulu tangkis.

“Setiap hari latihan. Tapi waktu masih sekolah, pagi sekolah, malem baru latihan. Kalau di Bandung dulu sekali sehari. Kalau di Pelatnas baru dua kali latihan,” sambungnya.
“Gua dulu (pelajaran) olahraga di rapor merah. Waktu SMP rapor (pelajaran olahrag) merah. Jadi, di sekolah itu yang olahraga prioritasnya voli kan atau atletik. Kalau bulu tangkis itu bisa izin bertanding bisa seminggu, dua minggu, tapi olahraga gua kok merah. Waktu itu gua laporlah ke Kanwil,” tambah Taufik
Kini Taufik sudah pensiun dengan segudang prestasi. Termasuk di antaranya medali emas yang diraihnya di ajang Olimpiade Athena 2004.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.