Cerita Masa Kecil Taufik Hidayat, Mulai dari Dipaksa Jadi Pebulutangkis hingga Nilai Merah di Pelajaran Olahraga

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 40 2467625 cerita-masa-kecil-taufik-hidayat-mulai-dari-dipaksa-jadi-pebulutangkis-hingga-nilai-merah-di-pelajaran-olahraga-MbSSTubp3S.jpg Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat. (Foto: Instagram/taufikhidayatofficial)

TAUFIK Hidayat adalah salah satu legenda hidup bulu tangkis Indonesia. Prestasi yang ditorehkannya sebagai tunggal putra sudah tak perlu diragukan. Tapi tahukah Anda ternyata Taufik Hidayat dulunya bisa terjun ke dunia bulu tangkis karena terpaksa?

Taufik menceritakan pengalaman pertamanya terjun ke dunia bulu tangkis saat menghadiri acara youtube Vincent and Desta. Dalam video berdurasi 1 jam 6 menit itu banyak hal diceritakan oleh Taufik, termasuk mengapa (Vindes) ia bisa memulai karier sebaga pebulu tangkis.

Menurut pernyataan Taufik, awalnya ia justru terlalu menggemari olahraga bulu tangkis. Taufik kecil lebih sering bermain sepakbola.

Masalahnya ayahnya Taufik, Aries Haris, tak suka anaknya bermain sepakbola karena selalu pulang dalam keadaan panas-panasan atau hujan-hujanan. Sewaktu ketika bola yang dimiliki Taufik sampai dikempesi.

Baca Juga: Cerita Unik Legenda Bulu Tangkis Indonesia Taufik Hidayat: Sempat Diejek karena Ikut PON

Taufik Hidayat

Aries pun pada saat itu menyarankan Taufik untuk bermain bulu tangkis saja dan sejak itulah ia pun bisa gemar dengan olahraga tepok bulu tersebut. Selama bermain bersama kawan-kawan ayahnya, Taufik terlihat ada bakat hingga akhirnya dimasukkan ke dalam klub bulu tangkis di Bandung.

“Bokaplah siapa lagi (saat ditanya siapa yang membuatnya terjun ke bulu tangkis). Saat itu umur 7 atau 8 tahun. Dulu Bokap lihat gua main bola panas-panasan, hujan-hujanan pas balik sekolah terus dia marah-marah,” cerita Taufik yang dikutip dari pernyataannya dalam video youtube Vindes, Selasa (7/9/2021).

“Suatu saat nyolong-nyolong (waktu) buat main bola, diambil golok, terus depan pintu langsung (ditusuk). Gua langsung nangis. Bokap bilang mulai besok tidak ada main bola lagi. Diajak suruh main bulu tangkis, jadilah main bulu tangkis,” tambahnya.

“Sejak saat itu main sama teman-teman bokap di kampung, di Pengalengan.Terus gua mulai suka (bermain bulu tangkis) sampai pada akhirnya dua tahun kemudian dimasukin ke klub d Bandung,” lanjut Taufik.

Setelah mulai masuk ke Persatuan Bulu Tangkis (PB), Taufik mengaku tetap menjalani sekolah dan baru latihan pada malam harinya. Menariknya, sewaktu Taufik duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia pernah mendapatkan nilai merah di rapot pelajaran olahraga.

Taufik pada saat itu cukup kaget karena bisa mendapatkan nilai merah di pelajaran olahraga. Padahal ia cukup sering mengikuti lomba bulu tangkis mewakili atas nama sekolah. Ia pun mengaku pada saat itu melaporkan ke pihak Kanwil yang mengurusi masalah olahraga.

Ketika perwakilan Kanwil datang, masalah nilai merah pun tak dirasakan Taufik lagi. Jadi, kurang lebih itulah pengalaman kecil Taufik saat mencoba memulai karier sebagai atlet bulu tangkis.

Taufik Hidayat

“Setiap hari latihan. Tapi waktu masih sekolah, pagi sekolah, malem baru latihan. Kalau di Bandung dulu sekali sehari. Kalau di Pelatnas baru dua kali latihan,” sambungnya.

“Gua dulu (pelajaran) olahraga di rapor merah. Waktu SMP rapor (pelajaran olahrag) merah. Jadi, di sekolah itu yang olahraga prioritasnya voli kan atau atletik. Kalau bulu tangkis itu bisa izin bertanding bisa seminggu, dua minggu, tapi olahraga gua kok merah. Waktu itu gua laporlah ke Kanwil,” tambah Taufik

Kini Taufik sudah pensiun dengan segudang prestasi. Termasuk di antaranya medali emas yang diraihnya di ajang Olimpiade Athena 2004.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini