Friba Rezayee, Olimpian Wanita Pertama Afghanistan yang Tolak Rezim Taliban

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Minggu 22 Agustus 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 22 43 2459287 friba-rezayee-olimpian-wanita-pertama-afghanistan-yang-tolak-rezim-taliban-23Kx9Vn9v1.jpg Friba Rezayee ajak wanita Afghanistan melawan Taliban (Foto: CBC)

KABUL Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada awal minggu ini. Para pemimpin Taliban pun mengeluarkan pernyataan, bahwa mereka akan memberikan amnesti kepada semua orang di Afghanistan, termasuk anggota militer dan penerjemah.

Namun, atlet judo wanita Afghanistan, Friba Rezayee, meyakini masa depan perempuan di negaranya akan suram jika berada di bawah kekuasaan Taliban.

Friba Rezayee ajak wanita di Afghanistan melawan Taliban (Foto: Judoinside)

"Setelah mereka (Taliban) menduduki, mereka memiliki pemerintahan yang didirikan, mereka akan mengejar orang-orang yang berbicara menentang mereka," kata Rezayee dilansir dari CNN Internasional, Minggu (22/8/2021).

Razayee bukanlah atlet judo biasa. Dia adalah wanita Afghanistan pertama yang berkompetisi di pesta olahraga terbesar di dunia, Olimpiade, tepatnya pada Olimpiade Athena 2004.

Meski Razayee tidak bisa berbuat banyak di Olimpiade Athena 2004, dia tetap membuat sejarah bagi negaranya. Menurut Razayee, itu adalah momen wanita Afghanistan memiliki banyak kesempatan dan masa depan cerah setelah bertahun-tahun hak asasi manusia mereka dikekang oleh Taliban.

BACA JUGA: Berprestasi saat Masih Aktif, Begini Nasib 3 Atlet Indonesia Usai Pensiun

"Ayah saya dan salah satu saudara laki-laki saya berkata, 'Jangan khawatir, anda tidak menang, tetapi anda membuat sejarah,” kenang Razayee.

Wanita berusia 33 tahun itu mengaku pernah mendapatkan ancaman pembunuhan oleh Taliban setelah pulang dari Olimpiade Athena 2004. Dia terpaksa bersembunyi selama beberapa bulan karena kaum fundamentalis di negara itu ingin membunuhnya. Selain itu, dia juga mengkhawatirkan keselamatan keluarganya.

Setelah ancaman pembunuhan itu, Rezayee kabur ke Pakistan sebelum akhirnya mencari suaka dan perlindungan di Kanada pada 2011. Setelah itu, dia mendirikan organisasi nirlaba, "Women Leaders of Tomorrow," yang mengadvokasi hak-hak perempuan di Afghanistan.

Kini, Taliban telah kembali memerintah Afghanistan dan itu menghancurkan Rezayee. Meskipun Taliban telah menyatakan akan memberikan amnesti, dia tidak percaya  mereka telah berubah dan meminta para pemimpin dunia untuk menggulingkan rezim yang baru terbentuk itu.

Taliban (Foto: Reuters)

Walaupun sedang terpuruk, Rezayee berpesan kepada wanita-wanita Afghanistan untuk tetap kuat. Dia mengajak para wanita untuk memperjuangkan hak-hak yang mereka punya dan tetap membulatkan tekad untuk melawan.

"Pesan saya kepada wanita Afghanistan di Afghanistan saat ini adalah untuk tetap kuat. Ini adalah mimpi buruk, tetapi mimpi buruk tidak berlangsung lama. Kita akan melewati ini. Jika membulatkan tekad, kita akan menjadi kelompok perlawanan. Kita akan memperjuangkan hak kita apa pun yang terjadi,” tegas Razayee.

Rezayee juga menghimbau seluruh wanita Afghanistan untuk tetap menjaga hubungan agar bisa kuat bersama-sama. Dia percaya perdamaian dan hak asasi manusia akan menang melawan Taliban.

“Suatu kali, kita kehilangan hak kita pada 1990-an, kita tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Tetap kuat, tetap berhubungan dan tetap cerdas,” ujar Judoka itu.

“Saya percaya pada perdamaian. Perdamaian, kemakmuran dan hak asasi manusia akan menang. Semua orang mati untuk perdamaian,” tambahnya.

Sementara itu, Rezayee pun yakin masih ada kesempatan bagi wanita Afghanistan untuk berlaga di Olimpiade mendatang. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek untuk mengirim atlet judo wanita Afghanistan ke Olimpiade Paris 2024 dan meminta Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk membantu para atlet Afghanistan.

IOC mengatakan pihaknya terus memantau situasi dan berhubungan dengan komunitas olahraga di Afghanistan. Mereka juga telah meneruskan informasi ke pihak pemerintah yang bertanggung jawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini