Berprestasi saat Masih Aktif, Begini Nasib 3 Atlet Indonesia Usai Pensiun

Hasyim Ashari, Jurnalis · Minggu 22 Agustus 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 22 43 2459247 berprestasi-saat-masih-aktif-begini-nasib-3-atlet-indonesia-usai-pensiun-fYWHdRHPJt.jpg Ellyas Pical salah satu legenda tinju Indonesia (Foto: Antara)

INDONESIA memiliki banyak atlet yang berprestasi di masa lalu. Akan tetapi, bagaimana kabar mereka setelah pensiun?

Beberapa dari mereka sayangnya harus berusaha keras untuk menjalani hidup sehari-hari. Berikut nasib tiga atlet berprestasi Indonesia usai pensiun.

3. Abdul Razak

Abdul Razak (Foto: Istimewa)

Abdul Razak merupakan mantan atlet dayung nasional. Razak kerap mewakili Indonesia di ajang Internasional sejak 1989. Kala itu, di ajang SEA Games Malaysia, ia mendapatkan empat medali emas pada kategori sayap 1 jarak 500 meter, sayap 2 500 meter, sayap 3 1.000 meter, dan sayap 4 jarak 1.000 meter.

Pencapaian tersebut membawanya kembali mewakili Indonesia di ajang Asian Games Beijing pada 1990. Razak dan rekan setimnya mendapatkan dua medali perunggu.

Kemudian, bersama timnya, ia juga mengikuti Olimpiade Barcelona 1992, tetapi Razak hanya lolos sampai perempatfinal. Razak memutuskan pensiun dan kembali ke kampung halamannya untuk menjadi seorang nelayan.

2. Denny Thios

Denny Thios (Foto: Istimewa)

Denny Thios adalah salah satu atlet kebanggaan Indonesia era 1980 hingga 1990-an. Begitu banyak medali emas yang diraih Danny. Denny sudah lima kali ikut Kejuaraan Dunia yang di antaranya di Belanda, Swedia, Australia, dan Inggris.

Selama mewakili Indonesia, Denny sudah tiga kali menyumbangkan medali emas dan satu kali mendapat perunggu dalam kejuaraan Internasional Powerlifting Federation.

Bahkan, Denny tiga kali memecahkan rekor dunia, dua kategori junior dan satu dikategori senior. Setelah pensiun, Denny akhirnya memilih jadi tukang las besi di tanah kelahirannya Makassar. Akan tetapi, Denny telah menghembuskan nafas terakhirnya pada 29 Mei 2018 lalu pada usia 49 tahun.

1. Ellyas Pical

Ellyas Pical (Foto: Istimewa)

Ellyas Pical beberapa kali mengharumkan nama Indonesia. Gedung Istora Jakarta menjadi saksi bisu Ellyas meraih sabuk juara IBF Super Flyweight. Gelar tersebut diraih Ellyas setelah menumbangkan petinju asal Korea Selatan (Korsel), Chun Jun-do, dengan hook kirinya untuk menang Technical Knock Out atau TKO.

Setelah memutuskan untuk gantung sarung tinju, Ellyas memilih bekerja sebagai satpam di salah satu diskotik di Jakarta Pusat. Malangnya lagi, pada Juli 2005, Ellyas tertangkap polisi karena melakukan transaksi narkoba dan divonis 7 bulan penjara. Setelah bebas dari tuntutan hukum, Ellyas berprofesi sebagai Office Boy (OB) di KONI. Padahal, Ellyas sudah mengharumkan nama bangsa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini