Profil Sony Dwi Kuncoro: Tinggalkan Pendidikan demi Bulu Tangkis hingga Raih Medali di Olimpiade

Cikal Bintang, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 21:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 40 2455386 profil-sony-dwi-kuncoro-tinggalkan-pendidikan-demi-bulu-tangkis-hingga-raih-medali-di-olimpiade-V3gXjGok7B.jpg Sony Dwi Kuncoro pernah meraih medali perunggu di Olimpiade Athena 2004. (Foto/PBSI)

JAKARTA Sony Dwi Kuncoro merupakan salah satu atlet bulu tangkis hebat yang dimiliki Indonesia. Pada Olimpiade Athena 2004, dia mampu mempersembahkan medali bagi erah Putih. Sony berhasil menyabet medali perunggu. Sedangkan, Taufik Hidayat berhasil menyabet medali emas.

Sony lahir di timur Pulau Jawa, Surabaya pada tahun 7 Juli 1984. Sejak kecil, anak dari pasangan Mochamad Sumadji dan Asmiati ini sudah diperkenalkan dengan olahraga bulu tangkis.

Sumadji sudah menanamkan Sony kecil untuk menjadi atlet bulu tangkis yang hebat. Kala itu, Sony dilatih secara intensif oleh sang ayah. Bahkan, di umur 12 tahun, Sony terpaksa tidak melanjutkan bangku pendidikan.

Kala itu, Sony harus rela meninggalkan bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan memilih bulu tangkis. Menurutnya, bulu tangkis adalah jalan kariernya yang paling menjanjikan. Sony bertekad untuk menekuni olahraga tersebut seumur hidupnya.

Foto/PBSI

Untuk mewujudkan tekadnya, Sony kecil terus berlatih di klub Suryanaga di Surabaya. Suryanaga merupakan sebuah klub yang berdiri pada tahun 1949 dan merupakan salah satu mesin pencetak atlet legendaris.

Baca juga: Berkat Anthony Sinisuka Ginting! Indonesia Punya Wakil Lagi di Semifinal Tunggal Putra Olimpiade Usai 17 Tahun Absen

Hasilnya, Sony sempat dipanggil untuk mengikuti Kejuaraan Asia Junior pada tahun 2000. Saat itu, Sony mengikuti pemusatan latihan di pelatnas Cipayung, Jakarta selama tiga bulan.

Baca juga: 5 Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Juara Thailand Open

Pada saat turnamen tersebut berlangsung, Sony berhasil menginjakkan kakinya di partai pamungkas. Namun sayang, Sony harus kalah dari pebulu tangkis asal China, Lin Dan.

Tak hanya itu, Sony juga pernah menginjakkan kaki di final Kejuaraan Dunia Junior pada tahun yang sama. Akan tetapi, ia kalah di final oleh pebulu tangkis asal China juga, Bao Chunlai.

Mimpi Sony masuk pelatihan nasional akhirnya tercapai pada tahun 2003, ia terus berkembang dan berlatih sebelum Olimpiade Athena 2004. Setahun kemudian, perunggu berhasil dibawanya ke Indonesia dari Athena, Yunani.

Setahun kemudian, Sony terus mengukir prestasi di dunia bulu tangkis dunia. Pada tahun 2005, ia berhasil menginjakkan kaki di semifinal Djarum Open 2005. Akan tetapi, sayangnya ia tidak berhasil meraih gelar.

Setahun berikutnya, karier Sony dilanda ujian yang lumayan berat. Ketika itu, berbagai cedera kerap menghampiri Sony, dan membuatnya harus absen di Indonesia Open 2006 yang digelar di tanah kelahirannya Kertajaya, Surabaya.

Padahal, saat itu Sony diharapkan bisa penerus pebulu tangkis tunggal putra lainnya, Taufik Hidayat yang kariernya kian meredup. Sebab, pamor Sony dianggap kurang mentereng dibanding rekannya tersebut.

Foto/PBSI

Pada tahun berikutnya, barulah Sony berhasil membuktikan ketajamannya. Tahun 2007 Sony berhasil merengkuh gelar Yonex Chinese Taipei Open Gold Grand Prix 2007. Saat itu, Sony mengalahkan Taufik Hidayat dalam tiga gim.

Satu tahun setelah itu, tepatnya pada tahun 2008 nampaknya akan menjadi yang paling dikenang bagi Sony selain Olimpiade Athena 2004. Saat itu, Sonyb berhasil merengkuh berbagai gelar.

Di antara gelar tersebut ada Juara Indonesia Super Series 2008, Juara Jepang Open Super Series 2008, Juara China Masters Super Series 2008 dan masuk ke perempatfinal Olimpiade Beijing 2008. Namun, langkahnya di Olimpiade 2008 terhenti pada babak tersebut setelah dikalahkan wakil Malaysia, Lee Chong Wei dalam dua gim.

Sejak itu, karier Sony di dunia bulu tangkis terus menanjak. Berbagai torehan berhasil dicatatkannya dengan manis. Berbagai gelar berhasil diraihnya dalam kurun waktu 2009 hingga 2018.

Pada tahun 2009, Sony menikah dengan kekasihnya Gading Safitri. Dua tahun kemudian, mereka dikaruniai seorang putri yang bernama Divia Amanta Kuncoro.

Pada momen kelahiran putri pertama, Sony seharusnya berlaga di Australia Open yang berlangsung pada 5-10 April 2011. Akan tetapi, ia mengundurkan diri karena tidak mau melewatkan momen kebahagiaan bersama putri kecilnya yang baru saja lahir.

Cita-cita Sony kecil, harapan Sumadji akhirnya menjadi kenyataan. Sony berhasil menjadi pebulutangkis yang mahir dan saat ini sudah dikenal di seluruh Indonesia hingga dunia sebagai legenda.

Saat ini Sony berhasil mewujudkan cita-citanya sekali lagi dengan membuat Gelanggang Olahraga (GOR) sendiri yang bernama Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall. Sejak dibangun pada tahun 2017, Sony berambisi mencetak banyak atlet di GOR miliknya tersebut. GOR tersebut terletak di Medokan Ayu, Surabaya dengan luas bangunan 1300 meter persegi.

Foto/PBSI

Melalui akun Youtube miliknya, Sony mengatakan bahwa ia bersyukur impiannya memiliki GOR terwujud. Ini menjadi bagian penting bagi kariernya untuk terus mengembangkan pembinaan bulu tangkis di daerah.

"Setiap pemain pasti punya impian untuk mempunyai gedung seperti ini (GOR). Alhamdulillah saya diberi kesempatan memiliki ini dan di Surabaya," ucap Sony.

Setelah GOR yang ia bangun berjalan sukses, Sony menambahkan sayapnya dengan membuka klub sendiri bernama Sony Dwi Kuncoro Badminton Training. Dibangun sejak 2020, Sony benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan bibit-bibit muda.

"Awal mula adalah dari anak sekitar gedung ini, lama kelamaan dengan berjalannya waktu, anak-anak yang saya latih bisa memberikan nilai positif dan akhirnya banyak yang masuk ke klub saya," ujar Sony.

Tentu saja ini akan menjadi investasi panjang bagi Sony ketika ia benar-benar berhenti total sebagai pebulutangkis. Tetapi, bukan hanya itu, ini juga menjadi investasi untuk masa depan bulutangkis Indonesia yang akan berada di pundak generasi muda.

2004: Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN 2004.

2005: Semi final DJARUM INDONESIA OPEN 2005.

2007: Juara YONEX CHINESE TAIPEI OPEN GOLD GRAND PRIX 2007.

2008: Semi final Yonex-Sunrise Badminton Asia Championships 2008, Semi final Badminton Asia Championships 2008, Juara INDONESIA SUPER SERIES 2008, Juara YONEX OPEN JAPAN SUPER SERIES 2008, Juara LI NING CHINA MASTERES SUPER SERIES 2008, Perempat final Olympics 2008.

2009: Perempat final MALAYSIA SUPER SERIES 2009, Semi final DJARUM INDONESIA SUPER SERIES 2009, Perempat final AVIVA SINGAPORE SUPER SERIES 2009, Semi final Yonex Sunrise BWF World Championships 2009, Perempat final YONEX OPEN JAPAN SUPER SERIES 2009, Semi final Denmark Open Super Series 2009, Perempat final CHINA SUPER SERIES 2009.

2010: Juara LI-NING SINGAPORE OPEN SUPER SERIES 2010, Semi final DJARUM INDONESIA OPEN SUPER SERIES 2010, Perempat final CHINESE TAIPEI GRAND PRIX GOLD 2010, Perempat final Kumpoo Macau Open Badminton Championships

2011: Perempat final YONEX-SUNRISE Malaysia Open Grand Prix Gold 2011, Semi final Yonex Chinese Taipei Open, Runner - up YONEX-SUNRISE Malaysia Open GP Gold 2012.

2012: Runner - up YONEX-SUNRISE Malaysia Open GP Gold 2012, Juara SCG Thailand Open 2012, Perempat final Djarum Indonesia Open 2012, Perempat final Li Ning Singapore Open 2012, Semi final Yonex Sunrise Vietnam Open GP 2012, Juara INDONESIA OPEN GRAND PRIX GOLD BADMINTON 2012, Perempat final YONEX Denmark Open 2012.

2013: Semi Final VICTOR Korea Open 2013, Runner - Up MAYBANK Malaysia Open 2013, Semi Final YONEX Indonesia Open 2013, Runner - Up YONEX Hongkong Open 2013.

2016: Juara OUE Singapore Open Super Series 2016.

2018: Semifinalis Thailand Open.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini