Zarco Pecahkan Rekor Top Speed MotoGP, Valentino Rossi Bilang Begini

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 28 Maret 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 38 2385388 zarco-pecahkan-rekor-top-speed-motogp-valentino-rossi-bilang-begini-tYv6wIsfNr.jpg Johann Zarco melesat bak peluru (Foto: Twitter/@pramacracing)

LOSAIL – Pembalap Tim Pramac Ducati, Johann Zarco, memecahkan rekor kecepatan puncak di MotoGP pada sesi latihan bebas empat (FP4) GP Qatar 2021, Sabtu 27 Maret malam WIB. Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi, mengakui kecepatan motor Ducati.

Sebuah momen pada FP4 menarik perhatian pecinta balapan motor. Johann Zarco mampu melewati Valentino Rossi dengan relatif mudah di trek lurus Sirkuit Internasional Losail, Qatar.

Baca juga: Valentino Rossi Berharap Cuaca Tak Ganggu MotoGP Qatar 2021

Rider berkebangsaan Prancis itu melesat hingga menyentuh kecepatan 362,4 kilometer per jam (km/jam) di lintasan lurus. Angka tersebut memecahkan rekor kecepatan puncak (top speed) MotoGP di semua jenis sirkuit.

Johann Zarco melewati Valentino Rossi (Foto: Twitter/@MotoGP)

Valentino Rossi secara implisit mengakui kecepatan motor Ducati. Namun, menurutnya, keunggulan pada aspek kecepatan hanya satu sisi saja di MotoGP. Sebab, aksi saling menyalip lebih banyak terjadi di tikungan, bukan lintasan lurus saja.

Baca juga: Dikalahkan Anak Didiknya di Kualifikasi, Valentino Rossi: Saya Harus Beri Selamat

“Kami sudah mengurangi selisih motor di lintasan lurus, tetapi masih sangat besar jaraknya. Menurut saya, ini adalah alasan utama mengapa Yamaha sulit bertarung,” urai Valentino Rossi, dikutip dari Crash, Minggu (28/3/2021).

“Jika Anda ingin menyalip, Anda perlu melakukannya di tikungan. Namun, setelah lintasan lurus, Anda biasanya juga kehilangan satu posisi. Jadi, sungguh sulit,” imbuh pembalap berusia 42 tahun itu.

Rossi jelas tidak asal bicara. Data menunjukkan selisih kecepatan yang cukup jauh antara motor Yamaha milik Rossi dengan Ducati tunggangan Zarco. Bila Zarco mencatatkan kecepatan 362,4 km/jam, Rossi hanya bisa melaju paling kencang 347,2 km/jam (pada FP4).

Selisih 15 km/jam tersebut sangat terasa di lintasan lurus. Para penunggang Ducati bisa melewati lawan atau membuka jarak dengan cukup mudah dari pesaingnya.

Francesco Bagnaia menunggang motor Ducati (Foto: MotoGP)

Namun, seperti dikatakan Valentino Rossi pula, kecepatan itu tidak berarti banyak ketika memasuki zona pengereman. Pembalap harus jeli menentukan titik pengereman agar tidak overshoot atau kebablasan saat hendak memasuki tikungan.

Akan percuma bila bisa melewati lawan di lintasan lurus, tetapi kemudian gagal mempertahankan posisi di tikungan. Begitu juga apabila melaju kencang dan membuka jarak dengan pesaing. Salah-salah, justru bisa kehilangan posisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini