Gara-Gara Duel Ini, Tinju yang Awalnya 15 Ronde Kini Hanya 12 Saja

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 43 2356321 gara-gara-duel-ini-tinju-yang-awalnya-15-ronde-kini-hanya-12-saja-hpJIR9w0aI.jpg Kim Duk-koo vs Ray Mancini. (Foto: TheFightCity)

DUNIA tinju sedang berduka dengan kabar meninggalnya Muhammad Aslam Khan usai beradu tinju dengan Wali Khan Tareen di sebuah pertarungan amal yang berlangsung di Pakistan pada Minggu 31 Januari 2021. Kejadian itu pun mengingatkan kembali bahwa tinju adalah salah satu cabang olahraga yang amat berbahaya.

Tiap petarung yang naik ring, tentu tahu risiko yang harus mereka hadapi. Kematian menjadi salah satu hal terburuk yang bisa saja terjadi dan sayangnya hal itulah yang dirasakan Aslam Khan.

Aslam Khan meninggal usai dibuat KO oleh Tareen di atas ring. Pukulan telak Tareen lantas membuat Aslam Khan tak berdaya hingga terkapar dan tak sadarkan diri.

Baca Juga: Muhammad Aslam Khan Jadi Bukti Angka Kematian di Dunia Tinju Masih Tinggi

Muhammad Aslam Khan vs Wali Khan Tareen

Aslam Khan sebenarnya sempat dibawa ke rumah sakit, namun karena tak ada pihak medis yang sigap memberikan pertolongan pertama saat petinju asal Pakistan itu terkapar, ia pun pada akhirnya meninggal dunia. Kini pertarungan amal itu sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Bila melihat kejadian Aslam Khan itu, maka akan mengingatkan kembali dengan duel antara petinju asal Korea Selatan (Korsel), Kim Duk-koo dengan Ray Mancini dari Amerika Serikat. Duel yang memperebutkan sabuk kelas ringan WBA itu pun pada akhirnya berakhir tragis pada 13 November 1982.

Sebab ketika adu tinju itu berakhir dan sedang diumumkan siapa pemenangnya, Duk-koo tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan menerima operasi darurat di bagian otak.

Duk-koo nyatanya tak selamat dan meninggal setelah empat hari dari kejadian nahas tersebut. Gara-gara kejadian tragis dunia tinju pun mengubah yang awalnya adu tinju memiliki 15 ronde, kini berkurang menjadi 12 ronde.

Hal itu dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada para petinju dan agar kejadian seperti Duk-koo tak terjadi lagi. Sebab petinju asal Korsel itu tak berdaya karena harus bermain hingga ronde ke-14 atau sebelum dirinya akhirnya dibuat KO oleh sangat lawan.

Bagi Duk-koo pada saat itu, ia baru pertama kali bermain hingga 14 ronde saat menghadapi Mancini. Lamanya proses bertarung pada era tersebut membuat jumlah pukulan yang diterima oleh Duk-koo sangat banyak dan membuatnya mengalaki luka parah pada bagian otak.

Kim Duk-koo tewas saat duel melawan Mancini

Kejadian nahas itu pun memakan korban lain. Ibu Duk-koo memilih bunuh diri tiga bulan usai petinju Korsel itu meninggal. Wasit pertarungan Duk-koo vs Mancini, Richard Grenn pun ikut bunuh diri.

Karena tak mau kejadian serupa terulang lagi di dunia pertinjuan WBC memilih mengubah peraturan tinjunya, yang awalnya memainkan 15 ronde, kini hanya 12 ronde saja. Hal itu dilakukan untuk mempersingkat lamanya pertarungan di atas ring tinju.

Pada 1988, WBA dan WBA pun mengikuti kebijakan 12 ronde tersebut. IBF baru menyusul setahun setelahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini