Muhammad Aslam Khan Jadi Bukti Angka Kematian di Dunia Tinju Masih Tinggi

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 43 2356267 muhammad-aslam-khan-jadi-bukti-angka-kematian-di-dunia-tinju-masih-tinggi-KufL50TcXu.jpg Petinju asal Pakistan, Muhammad Aslam Khan. (Foto: Instagram/timboxeo)

TINJU adalah salah satu cabang olahraga (cabor) yang sangat berbahaya karena bisa memberikan kematian bagi sang petinju. Tercatat dari 1890 sampai 2011 silam, terdepat lebih dari 1604 petinju yang meninggal karena cedera usai bertarung di atas ring.

Menurut survey yang dilakukan Manuel Velazquez yang dikutip dari CNN, dengan jumlah kematian itu, maka setidaknya ada 13 petinju yang meninggal usai bertarung di atas ring di setiap tahunnya.

Sebuah angka yang jelas sangat disayangkan. Jumlah tersebut tak terlalu berkurang meski sejumlah peraturan telah diperbarui untuk memperkecil peluang ada petinju yang meninggal sehabis beradu tinju.

Baca Juga: Aslam Khan Sekarat, Petinju yang Bikin KO Sujud Syukur

Kim Duk-koo tewas saat duel melawan Mancini

Seperti halnya peraturan pertarungan tinju diubah dari yang awalnya bermain dengan 15 ronde kini menjadi 12 ronde. Perubahan itu terjadi usai meninggalnya petinju asal Korea Selatan, Kim Duk-koo saat melawan Ray Mancini dari Amerika Serikat, yang berakhir dengan tragis pada November 1982 silam

Duk-Koo meninggal lantaran terluka parah usai bermain selama 14 ronde dari 15 ronde yang dimainkan saat berhadapan dengan Mancini. Pada saat itu, Duk-Koo tak sadarkan diri saat pengumuman siapa pemenangnya dari adu tinju tersebut.

Duk-koo tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan menerima operasi darurat di bagian otak.

Duk-koo nyatanya tak selamat dan meninggal setelah empat hari dari kejadian nahas tersebut. Gara-gara kejadian tragis itu, dunia tinju pun mengubah peraturan yang awalnya adu tinju memiliki 15 ronde, kini berkurang menjadi 12 ronde.

Hal itu dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada para petinju dan agar kejadian seperti Duk-koo tak terjadi lagi. Sebab petinju asal Korsel itu tak berdaya karena harus bermain hingga ronde ke-14 atau sebelum dirinya akhirnya dibuat KO oleh sangat lawan.

Perubahan itu sebenarnya sedikit mempengaruhi risiko kematian yang bisa terjadi di atas ring. Masih dari sumber yang sama, gara-gara perubahan ronde itu dan banyak hal lainnya, angka kematian di atas ring tinju pun semakin berkurang.

Muhammad Aslam Khan

Seperti halnya pada 1920 ada 233 petinju yang meninggal karena beradu tinju. Sedangkan pada 2000-an, setidaknya petinju yang meninggal mencapai di angka 103.

Tentunya diharapkan takkan ada lagi petinju yang meninggal seperti yang dialami Muhammad Aslam Khan yang tewas usai dibuat KO oleh sang lawan, Wali Khan Tareen di sebuah laga amal tinju pada Minggu 31 Januari 2021 kemarin di Pakistan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini