Ibtihaj Muhammad, Atlet Muslim Amerika Pertama yang Kenakan Hijab di Olimpiade

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Minggu 31 Januari 2021 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 43 2354051 ibtihaj-muhammad-atlet-muslim-amerika-pertama-yang-kenakan-hijab-di-olimpiade-dzlraVgAfc.jpg Ibtihaj Muhammad (Foto: time.com)

NEW JERSEY - Ibtihaj Muhammad merupakan salah satu atlet muslim dari Amerika Serikat. Ia sempat menjadi sorotan setelah menjadi atlet perempuan muslim pertama Amerika Serikat yang memakai hijab saat membela negaranya di Olimpiade.

Ketangguhan atlet kelahiran 12 April 1985 ini pun tak perlu diragukan lagi. Ibtihaj bahkan berhasil menyabet medali perunggu pada keikutsertaannya di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, yang berlangsung 2016.

Ibtihaj Muhammad lahir dan dibesarkan di Maplewood, New Jersey. Anak dari pasangan Eugene dan Denise Muhammad ini sejak muda sudah menunjukkan kecintaannya pada olahraga.

Akan tetapi, partisipasinya dalam bidang olahraga kadang bertentangan dengan ketaatan agama yang mewajibkannya berpakaian sopan. Seringkali saat olahraga, sang ibu meminta Ibtihaj untuk mengenakan lengan panjang serta penutup kaki.

Baca juga: Ini Alasan Atlet Angkat Besi Rebeka Koha Putuskan Masuk Islam

Ibtihaj akhirnya memutuskan untuk terjun menggeluti olahraga anggar di usia 13 tahun. Salah satu alasannya karena anggar menggunakan pakaian tertutup dari kepala hingga ujung kaki. Sesuai dengan kepercayaan Islam yang mereka anut, orang tua Ibtihaj mencarikan olahraga untuk Ibtihaj di mana ia bisa mempertahankan jilbabnya.

"Karena semuanya tertutup, ibuku menyarankan agar aku mencobanya. Sebagai seorang wanita Muslim, olahraga itu sesuatu yang bisa disesuaikan. Agama saya mengharuskan tubuh saya tertutup sepenuhnya dan anggar memberikan hal itu," kata Ibtihaj dilansir dari laman Achieve.

Ibtihaj sangat menyukai anggar. Karena olahraga itu tidak membuatnya merasa berbeda dengan yang lain. Seragam anggar yang menutup semua bagian tubuh termasuk hijab menempatkan Ibtihaj setara dengan anak-anak lainnya.

Namun jalan Ibtihaj tidak mudah, serangan anti-muslim dan diskriminasi itu juga makin dia rasakan saat tumbuh dewasa. Termasuk ketika sukses menembus timnas anggar Amerika Serikat pada 2010.

Ketika berada di timnas Amerika Serikat anak dari pasangan Eugene Muhammad dan Denise ini sempat merasa terpinggirkan dengan tidak mendapat kepercayaan pelatih dan tidak diinginkan rekan-rekan setimnya hanya karena warna kulit dan agama.

Akan tetapi, pada saat itu juga Ibtihaj berpikir, dengan masuk timnas anggar Amerika Serikat, ia merasa memiliki momen guna mengubah pandangan banyak tentang kaum muslim dan juga Afrika-Amerika di cabang olahraga tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini