ISLAM kini menjadi agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia, termasuk di Amerika Serikat. Sejak era 1960-an, gelombang konversi agama di kalangan atlet profesional Negeri Paman Sam terus terjadi.
Bagi banyak atlet, Islam bukan sekadar keyakinan spiritual, melainkan jalan untuk menemukan disiplin diri, keadilan sosial, dan ketenangan batin. Lantas siapa saja atlet top tersebut?
Lahir dengan nama Cassius Clay, sang legenda kelas berat ini mengenal Islam melalui Malcolm X pada era 1960-an. Ketertarikannya pada ajaran Nation of Islam yang menekankan kemandirian ras membuatnya resmi memeluk Islam pada 1964.
Meski sempat memicu kontroversi besar saat mengganti namanya, Ali tetap teguh. Di tahun 1970-an, ia beralih ke aliran Sunni dan mendedikasikan sisa hidupnya sebagai kemanusiaan hingga wafat pada 2016.
Pencetak poin terbanyak kedua dalam sejarah NBA ini lahir sebagai Ferdinand Lewis Alcindor Jr. Ia tumbuh di keluarga Katolik, namun mulai mempertanyakan keyakinannya saat remaja.
Terinspirasi oleh pergerakan hak sipil dan pemikiran Malcolm X, ia resmi menjadi mualaf pada tahun 1968 saat masih berstatus bintang kampus di UCLA. Nama Kareem Abdul-Jabbar terus melegenda seiring dengan raihan enam gelar MVP NBA yang ia koleksi.
Mike Tyson mengikuti jejak idolanya, Muhammad Ali, untuk memeluk Islam. Proses ini terjadi secara mendalam saat ia menjalani masa hukuman penjara di Indiana pada tahun 1992.