Pemilik Medali Emas Olimpiade 2016 Cabor Angkat Besi Terbukti Konsumsi Doping

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 04:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 43 2347358 pemilik-medali-emas-olimpiade-2016-cabor-angkat-besi-terbukti-konsumsi-doping-3RMGmWWCFM.jpg Nijat Rahimov (Foto: Instagram Nijat Rahimov)

BAKU – Sebuah kabar kurang mengenakan datang dari peraih medali emas cabang angkat besi di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Nijat Rahimov. Ya, Rahimov dinyatakan dengan sengaja telah menukar sampel urinenya yang digunakan untuk tes doping.

Badan Pengujian Internasional (ITA) menyatakan bahwa atlet asal Kazakhstan, Rahimov, dan lifter Rumania, yakni Dumitru Captari, telah didakwa dengan tuduhan “melanggar aturan anti-doping selama periode 2016.”

Kedua atlet tersebut sudah ditangguhkan sementara waktu, tetapi tuduhan terkait kepastian pelanggaran tersebut dilakukan saat Olimpiade 2016 masih belum jelas. Kala itu, Rahinov merebut medali emas di kelas 77 kg putra sekaligus memecahkan rekor dunia.

Nijat Rahimov

“Selama penyelidikan berlangsung, atlet ditangguhkan sementara dari seluruh ajang olahraga dan kamp pelatihan,” kata Federasi Angkat Besi Kazakhstan (WFRK) seperti dilansir Reuters, Selasa 19 Januari 2021.

Baca Juga: Demi Kelancaran Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan Berharap Vaksin Covid-19 Aman

WFRK menyatakan akan mengikuti kebijakan soal “nol toleransi” terhadap doping serta bekerja sama memberikan bantuan yang dibutuhkan ITA agar dapat menjalankan penyelidikan yang objektif. WFRK juga menyatakan akan memberikan bantuan hukum kepada atletnya jika diperlukan.

Sementara itu, Federasi Angkat Besi Rumania (FRH) belum memberikan pernyataan apa pun soal masalah ini.

Selain kedua atlet tersebut, ITA juga mengumumkan bahwa mereka akan menggugat lifter Thailand Rattikan (Siripuch) Gulnoi, peraih medali perunggu Olimpiade 2012 London, atas dugaan penggunaan zat terlarang sepanjang kariernya.

Baca Juga: Peraturan dalam Lempar Lembing, Apa Saja?

Gulno terlibat dalam film dokumenter TV Jerman ARD yang mengekspos soal meluasnya doping dan korupsi dalam cabang angkat besi Thailand pada tahun lalu. ITA telah menjalin kesepakatan dengan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) untuk melakukan prosedur penegakkan anti-doping.

Kesepakatan itu telah diperpanjang hingga 2024. ITA mengatakan saat ini sedang menyelidiki 146 file menyusul laporan investigator Richard McLaren tentang skandal korupsi di cabang angkat besi terungkap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini