Peraturan dalam Lempar Lembing, Apa Saja?

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 43 2347108 peraturan-dalam-lempar-lembing-apa-saja-s4ErtiDIUa.jpg Atlet lempar lembing ternama, Julius Yego (Foto: Tokyo Olympic)

PERATURAN dalam lempar lembing harus diketahui oleh para atlet yang menekuninya.  Lempar lembing sendiri masuk dalam cabang olahraga atletik pada nomor lempar. Lazimnya cabang olahraga lain, lempar lembing memiliki aturan-aturan tersendiri.

Alat utama untuk memainkan olahraga lempar lembing ini adalah lembing yang berbentuk seperti tombak dengan sudut tajam di salah satu ujungnya. Aturan dasar dari olahraga ini adalah melakukan pelemparan lembing dengan tangan dalam kekuatan maksimal guna memperoleh jarak lemparan terjauh.

Dikutip dari situs Tutorial Point, berikut beberapa aturan terkait perlombaan lempar lembing:

Baca juga: Leryn Franco, Mantan Atlet Lempar Lembing yang Cantik Jelita 

Nomor lempar lembing di Olimpiade (Foto: Olympic)

1. Lembing harus selalu dipegang pada bagian grip serta posisinya harus selalu ada di atas bahu atlet/pelempar.

2. Lemparan dianggap sah jika lembing menyentuh tanah.

3. Atlet/pelempar tidak boleh meninggalkan lapangan sebelum lembing menyentuh tanah.

4. Tidak boleh menggunakan alat apa pun untuk memengaruhi hasil jarak lemparan. Contoh: mengetuk jari pada lembing kecuali jika jari terluka.

5. Lemparan akan dianggap melanggar jika ujung lembing terletak di luar sektor area yang telah ditentukan serta atlet telah keluar dari lapangan.

Selain lima aturan tersebut, terdapat beberapa aturan tambahan. Berikut aturan-aturan tersebut seperti dimuat Sports Rec:

1. Jika jumlah peserta mencapai lebih dari delapan orang, maka masing-masing mendapat tiga kali percobaan. Jika jumlahnya lebih sedikit, masing-masing mendapat enam percobaan melempar.

2. Pemenang ditentukan dari jarak lemparan. Jika ada hasil seri, maka atlet dengan jarak lemparan terbaik, dinyatakan sebagai pemenang.

3. Lembing yang dilempar harus meninggalkan jejak pada tanah. Wasit akan mengukur jarak lemparan dari titik atau garis lemparan.

Atlet bersiap melempar lembing (Foto: World Olympics)

4. Setelah atlet melakukan lemparan, wasit akan meletakkan bendera putih untuk lemparan yang sah atau bendera merah untuk pelanggaran.

5. Jika kaki atlet melewati titik atau garis lemparan, maka dianggap pelanggaran.

6. Atlet tidak boleh membelakangi lapangan ketika melakukan lemparan.

7. Lembing harus dilempar dengan menggunakan satu tangan, dan arah lemparan harus ke atas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini