5 Rekor yang Tercipta di Perbulu Tangkisan Dunia Sepanjang 2019, Nomor 2 Libatkan Wakil Indonesia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 30 40 2147361 5-rekor-yang-tercipta-di-perbulu-tangkisan-dunia-sepanjang-2019-nomor-2-libatkan-wakil-indonesia-xzRqetiiQ2.jpg Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mampu menjadi juara dunia di usia senja (Foto: BWF)

SEJUMLAH rekor tercipta sepanjang 2019 di dunia bulu tangkis. Setiap pemain berlomba-lomba untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sepanjang tahun yang baru lewat, mengingat pengumpulan poin sedang dilakukan untuk Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Periode April 2019 hingga April 2020 menjadi waktu yang krusial bagi para pemain untuk mengumpulkan poin. Prestasi terbaik harus diraih demi bisa mendapat tiket ke Olimpiade 2020 yang menjadi impian setiap pemain.

Di tengah periode pengumpulan poin itu lah, rekor-rekor tercipta. Berikut lima rekor dunia yang tercipta sepanjang 2019, dikutip dari laman resmi BWF, Senin (30/12/2019).

5. 11 Gelar Kento Momota

Pemain tunggal putra, Kento Momota, benar-benar menunjukkan kelasnya sepanjang 2019. Meski mengawali tahun dengan cukup buruk, pemain asal Jepang itu mampu menyabet 11 titel juara sepanjang 2019 yang ditutup sebagai kampiun BWF World Tour Finals.

Kento Momota berhasil menaklukkan Anthony Sinisuka Ginting di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019

Dua turnamen pembuka, yakni Malaysia Masters dan Indonesia Masters, gagal dimenangi oleh pemain berusia 24 tahun itu. Maret 2019 lantas menjadi pijakan awal Kento Momota meraih gelar juara sepanjang tahun ini dengan menyabet gelar juara Jerman Open Super 300.

Setelah itu, ia tidak tertahankan untuk menyabet 11 gelar juara dunia secara beruntun. Tiga di antara gelar juara itu berstatus kelas berat, seperti Kejuaraan Dunia BWF, All England, dan Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Kento Momota berhasil memecahkan rekor jumlah gelar juara terbanyak dalam setahun yang dipegang Lee Chong Wei pada 2010, yakni 10 buah.

4. Pusarla V Sindhu Pecah Telur

Pebulu tangkis berkebangsaan India ini mulai mencuri perhatian dengan menyabet gelar Juara Asia Yunior pada 2012. Sayangnya, persaingan keras di nomor tunggal putri membuat Pusarla V Sindhu harus menunda impiannya menjadi juara pada turnamen kelas berat hingga 2019.

Pusarla V Sindhu akhirnya menjuarai turnamen mayor (Foto: BWF)

Pemain berusia 24 tahun itu sebelumnya empat kali lolos ke babak final turnamen dengan label mayor seperti Kejuaraan Dunia BWF 2017 dan 2018, Olimpiade 2016, serta Asian Games 2018. Sayangnya, di ketiga turnamen itu Pusarla harus rela menjadi runner-up.

Keberuntungan akhirnya datang pada Kejuaraan Dunia BWF 2019. Ia berhasil menumbangkan Nozumi Okuhara di babak final sehingga mengusir mimpi buruk sebagai spesialis runner-up yang menghantuinya selama ini.

3. Super Grand Slam

Pemain ganda campuran Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong punya prestasi cukup mentereng pada semester pertama 2019. Wakil China itu menyabet lima gelar juara secara beruntun yang dimulai dari Indonesia Masters hingga China Open Super 1000.

Zheng Si Wei/Huang Yaqiong mencatat prestasi spesial berupa super grand slam (Foto: AFP)

Setelah terakhir menyabet gelar juara di Kejuaraan Dunia BWF, prestasi Zheng/Huang menurun drastis. Mereka hampa gelar prestisius hingga memasuki BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou, China. Beruntung, mereka berhasil memenangi turnamen penutup itu.

Total, keduanya memenangi tiga turnamen berlabel Super 1000, yakni Indonesia Open, All England, dan China Open, serta satu Kejuaraan Dunia BWF. Dengan gelar juara BWF World Tour Finals 2019, maka Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong meraih status super grand slam.

2. Super Daddies

Tua-tua keladi. Istilah tersebut cocok untuk menggambarkan pencapaian Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sepanjang 2019. Pasangan asal Indonesia tersebut seakan menolak untuk menyerah pada takdir. Ahsan/Hendra membuktikan diri masih mampu berprestasi di usia senja.

Ahsan/Hendra menjadi juara dunia pada usia senja (Foto: PBSI)

Meski banyak dihiasi dengan status runner-up, duo berjuluk The Daddies itu sukses melangkah ke 11 final turnamen sepanjang tahun ini. Menariknya, tiga gelar juara berhasil dibawa pulang dari turnamen kelas berat, yakni Kejuaraan Dunia BWF, All England, dan BWF World Tour Finals.

Prestasi spesial dicatatkan Hendra Setiawan dengan menjadi juara dunia tertua pada usia 35 tahun di Swiss pada Agustus 2019. Skill mumpuni yang dipadukan dengan pengalaman serta kecermatan membaca permainan lawan, menjadi resep sukses Ahsan/Hendra sepanjang tahun ini.

1. Hattrick Kunlavut Vitidsarn

Pecinta bulu tangkis di Thailand kini punya idola sekaligus tumpuan harapan baru. Kunlavut Vitidsarn sudah membuktikan diri layak menjadi andalan di masa depan pada nomor tunggal putra setelah menyabet medali emas di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior 2019.

Kunlavut Vitidsarn menjadi idola baru Thailand (Foto: Fox Sports Asia)

Itu merupakan kemenangan ketiga secara beruntun alias hattrick buat Kunlavut. Jika di tunggal putra senior ada nama Kento Momota, maka di kategori yunior ada sosok pria kelahiran 11 Mei 2001 di Bangkok tersebut.

Pada usia 18 tahun, Kunlavut sukses menjadi juara dunia yunior pada tiga penyelenggaraan terakhir. Kunlavut Vitidsarn menyamai catatan seniornya di nomor tunggal putri, Ratchanok Intanon. Menarik ditunggu kiprah Vitidsarn ketika naik ke level senior dan bertemu pemain-pemain yang berpengalaman.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini