Biasanya, rata-rata baju pembalap memiliki berat hingga 4,5 kilogram. Di dalam baju, diberikan pula beberapa pelindung seperti deker (pelindung kuat) yang dipasang di beberapa bagian tubuh yakni siku, bahu, dan lutut. Perusahaan harus memastikan deker tersebut memiliki kekuatan yang sangat baik.
Tidak hanya deker, pada bagian siku, bahu, dan lutut juga diberikan pelindung khusus lainnya. Pelindung ini berada di dalam baju yang terbuat dari bahan thermo plastic. Jadi, dapat dipastikan ketiga bagian tersebut aman saat pembalap terseret ketika mengalami kecelakaan.
Baju balap juga harus dilengkapi dengan sistem kantong udara. Kantong udara ini dipasang di bagian atas tubuh. Akan tetapi, ini merupakan bagian tambahan yang dipasang pada seragam.
Udara memang menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan di baju balap. Appleton mengungkapkan, baju balap harus memiliki tingkat pertukaran udara yang baik. Pembalap tidak boleh merasa kepanasan saat menggunakan bajunya, karena itu akan mengganggu konsentrasi di lintasan.
Karena itu, baju balap pun diberikan ruang udara seperti lubang ventilasi. Dengan adanya ruang udara, maka itu akan membantu mengurangi keringat para pembalap. Pasalnya, jika pembalap memiliki keringat yang berlebihan, maka itu akan membuat bajunya terasa lebih berat.
Tambahan lainnya, baju balap juga memiliki tempat untuk menyimpan botol minum di bagian punggung atas. Pada bagian ini, dipasangkan selang pada botol minum tersebut, yang kemudian dimasukkan ke dalam helm. Dengan begitu, pembalap akan mudah melepaskan dahaganya kapan pun itu.
(Fajar Anugrah Putra)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.