MOTOGP merupakan salah satu olahraga yang membutuhkan tingkat keamanan dan keselamatan tinggi. Besarnya kemungkinan dan risiko kecelakaan yang dimiliki membuat setiap pembalap diwajibkan memakai berbagai perlengkapan khusus, salah satunya adalah seragam.
Seperti mengutip dari laman resmi Red Bull, Kamis (10/3/2016), Jeremy Appleton, selaku perwakilan dari perusahaan yang menyediakan baju balap untuk pembalap Marc Marquez yakni Alpinestars, mengungkapkan pihaknya harus benar-benar teliti dalam menciptakan baju pembalap.
Pada proses pertamanya, baju balap harus diukur sangat sesuai dengan tubuh pembalap. Meskipun pembalap akan bergerak bebas di lintasan, baju yang digunakannya harus sesuai dan sempurna dengan ukuran tubuh.
Dalam hal jahitan, baju balap dijahit dengan jahitan ganda. Hal ini untuk mengantisipasi robeknya baju yang dapat terjadi apabila pembalap mengalami kecelakaan. Jahitan ganda ini dilakukan di bagian dalam dan bagian luar baju. Jadi, jika kecelakaan membuat jahitan bagian luar terbuka, pembalap masih akan terlindungi.
Para pembalap diwajibkan menggunakan seragam yang terbuat dari bahan kulit. Menurut Appleton, kulit untuk baju balap biasanya diambil dari kulit dalam sapi, tapi tidak jarang pula yang terbuat dari kulit kanguru. Kulit-kulit tersebut dipilih karena dianggap sebagai bahan yang sangat kuat, biasanya memiliki ketebalan 1,2 hingga 1,4 milimeter.
Tidak hanya itu, kulit dalam sapi dan kanguru juga dinilai sangat kuat. Hal ini akan sangat menolong melindungi tubuh, utamanya dari risiko dehidrasi yang besar mengancam para pembalap.
Biasanya, rata-rata baju pembalap memiliki berat hingga 4,5 kilogram. Di dalam baju, diberikan pula beberapa pelindung seperti deker (pelindung kuat) yang dipasang di beberapa bagian tubuh yakni siku, bahu, dan lutut. Perusahaan harus memastikan deker tersebut memiliki kekuatan yang sangat baik.
Tidak hanya deker, pada bagian siku, bahu, dan lutut juga diberikan pelindung khusus lainnya. Pelindung ini berada di dalam baju yang terbuat dari bahan thermo plastic. Jadi, dapat dipastikan ketiga bagian tersebut aman saat pembalap terseret ketika mengalami kecelakaan.
Baju balap juga harus dilengkapi dengan sistem kantong udara. Kantong udara ini dipasang di bagian atas tubuh. Akan tetapi, ini merupakan bagian tambahan yang dipasang pada seragam.
Udara memang menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan di baju balap. Appleton mengungkapkan, baju balap harus memiliki tingkat pertukaran udara yang baik. Pembalap tidak boleh merasa kepanasan saat menggunakan bajunya, karena itu akan mengganggu konsentrasi di lintasan.
Karena itu, baju balap pun diberikan ruang udara seperti lubang ventilasi. Dengan adanya ruang udara, maka itu akan membantu mengurangi keringat para pembalap. Pasalnya, jika pembalap memiliki keringat yang berlebihan, maka itu akan membuat bajunya terasa lebih berat.
Tambahan lainnya, baju balap juga memiliki tempat untuk menyimpan botol minum di bagian punggung atas. Pada bagian ini, dipasangkan selang pada botol minum tersebut, yang kemudian dimasukkan ke dalam helm. Dengan begitu, pembalap akan mudah melepaskan dahaganya kapan pun itu.
(Fajar Anugrah Putra)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.