MOTEGI – Marc Marquez bicara soal perebutan gelar juara dunia yang kian sengit jelang MotoGP Jepang 2026. Sadar balapan berikutnya di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, jagoan Ducati Lenovo itu bertekad tampil maksimal pekan ini.
Musim lalu, Marquez sukses mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 pada seri Jepang di Sirkuit Mobilty Resort Motegi, Motegi. Hasil itu krusial karena sepekan kemudian ia mengalami kecelakaan di Mandalika dan absen hingga akhir musim.
Tapi, Marquez memegang keunggulan hingga ratusan poin dari Alex Marquez musim lalu. Sementara, kali ini, pembalap asal Spanyol itu dalam kondisi mengejar Jorge Martin.
“Tahun ini adalah kejuaraan dunia yang normal. Tahun lalu, (kondisinya) tidak normal tiba di Motegi dengan keuntungan besar,” kata Marquez, disitat dari Crash, Jumat (2/10/2026).
Marquez tiba di Jepang dengan fakta performanya sangat payah di Austria. Ia bahkan kalah telak dibandingkan duo Aprilia. Ia hanya berharap bisa melakukan yang terbaik meski punya rekor bagus di Motegi.
“Kami akan melakukan yang terbaik. Hal terpenting adalah kami selalu berada di baris depan, bertarung untuk podium. Ini tidak seperti tahun lalu, tapi seperti 2024, di mana semuanya terlihat ada di level yang sama,” terang Marquez.
Ketika ditanya soal balapan berikutnya di Mandalika yang selalu jadi mimpi buruk, Marquez menepis anggapan akan habis-habisan pada seri Jepang. Ia sekali lagi menegaskan targetnya adalah menjalani hari ke hari.
“Tidak, (harus) hari per hari. Anda tidak akan tahu apakah di Indonesia (Mandalika) bakal hujan atau tidak, Anda tidak akan tahu di Indonesia saya akan merasa lebih baik atau buruk. Kita lihat saja,” urai Marquez.
“Pada saat ini, target utama saya adalah (lolos) ke Q2 (babak kedua kualifikasi), lalu pada Sabtu akan jadi hari lainnya,” tandas pria berusia 33 tahun tersebut.
(Wikanto Arungbudoyo)