Kisah Pembalap Malaysia Hakim Danish, Rival Veda Ega Pratama yang Belum Tertarik Naik ke Kelas Moto2

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 27 Juli 2026 16:33 WIB
Pembalap asal Malaysia, Hakim Danish. (Foto: Instagram/sepangcircuit)
Share :

KUALA LUMPUR – Pembalap muda berbakat asal Malaysia, Hakim Danish, mengambil sikap bijak dengan memilih untuk tidak terburu-buru naik tingkat ke kelas Moto2. Remaja berusia 18 tahun ini justru memilih mematangkan kemampuannya di kelas Moto3 demi mengasah mental serta fisiknya agar benar-benar siap menghadapi tantangan balap yang jauh lebih berat di masa depan.

Dalam keterangannya saat ditemui di acara penyerahan co-sponsorship RCB di Puchong, pembalap yang kini membela tim MT Helmets-MSi tersebut menyerahkan keputusan penuh kepada sang manajer, Zulfahmi Khairuddin. Meski demikian, ia secara pribadi merasa masih membutuhkan waktu tambahan di kelas Moto3.

Keputusan matang ini didasari oleh kesadarannya kelas Moto2 menuntut tingkat kematangan yang jauh lebih tinggi. Terlebih lagi, persaingan di sana membutuhkan kemampuan adaptasi ekstra dalam menjinakkan motor berukuran lebih besar serta menghadapi karakteristik pembalap yang jauh lebih agresif.

1. Fokus Menimba Ilmu

Hakim Danish, yang dulunya sempat bersaing ketat di ajang pencarian bakat Asia Talent Cup bersama pembalap Indonesia Veda Ega Pratama, menjelaskan dirinya masih ingin menyerap lebih banyak ilmu teknis. Ia menilai kedekatannya dengan atmosfer Moto3 akan membantunya memahami teknik balap serta kontrol motor yang lebih optimal.

Hakim Danish. (Foto: Instagram/hakimdanish_13)

Meski memasang target waktu untuk promosi ke kategori berikutnya pada tahun 2028, rival berat Veda Ega Pratama di kancah Asia ini sadar betul bahwa tiket promosi tersebut tidak diraih dengan mudah. Semua itu sangat bergantung pada konsistensi penampilan dan torehan poin positif sepanjang musim kompetisi berjalan.

"Menurut saya, saya mungkin ingin tetap di Moto3 selama satu tahun lagi, tetapi apa pun yang saya lakukan, saya serahkan kepada Manajer ZK Racing, Zulfahmi Khairuddin, yang akan memutuskan untuk saya," kata Hakim Danish, dikutip dari New Straits Times, Senin (27/7/2026).

 

“Saya ingin menambah pengetahuan agar lebih dekat dengan Moto3 karena kompetisi Moto2 jauh lebih menantang. Jadi, jika saya tetap dengan Moto3, mungkin saya akan lebih memahami banyak hal yang bisa saya pelajari tentang bagaimana mereka balapan dan juga kontrol motor yang lebih baik,” tambahnya.

2. Ingin Jadi Juara Dunia

Terkait impian terbesarnya di lintasan balap, pembalap asal Terengganu ini menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memburu gelar juara dunia Moto3. Bagi dirinya, kunci utama untuk mewujudkan mimpi tersebut bukanlah kecepatan semata, melainkan menjaga ritme balap agar selalu stabil di barisan depan.

Hakim Danish. (Foto: Instagram/hakimdanish_13)

Hakim Danish menyadari jalan menuju tangga juara dunia menuntut kerja keras race demi race, mulai dari mengamankan podium hingga berjuang merebut kemenangan seri. Jika konsistensi tersebut berhasil dijaga dengan baik, ia percaya hasil akhir yang manis akan mengikuti dengan sendirinya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya