“Saya ingin menambah pengetahuan agar lebih dekat dengan Moto3 karena kompetisi Moto2 jauh lebih menantang. Jadi, jika saya tetap dengan Moto3, mungkin saya akan lebih memahami banyak hal yang bisa saya pelajari tentang bagaimana mereka balapan dan juga kontrol motor yang lebih baik,” tambahnya.
Terkait impian terbesarnya di lintasan balap, pembalap asal Terengganu ini menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memburu gelar juara dunia Moto3. Bagi dirinya, kunci utama untuk mewujudkan mimpi tersebut bukanlah kecepatan semata, melainkan menjaga ritme balap agar selalu stabil di barisan depan.
Hakim Danish menyadari jalan menuju tangga juara dunia menuntut kerja keras race demi race, mulai dari mengamankan podium hingga berjuang merebut kemenangan seri. Jika konsistensi tersebut berhasil dijaga dengan baik, ia percaya hasil akhir yang manis akan mengikuti dengan sendirinya.
(Rivan Nasri Rachman)