Viktor Axelsen Pensiun, Anthony Ginting Jagokan Shi Yu Qi Jadi Penguasa Baru Sektor Tunggal Putra

Cikal Bintang, Jurnalis
Selasa 26 Mei 2026 21:10 WIB
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: PBSI)
Share :

JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, memberikan pandangannya terkait peta persaingan sektor tunggal putra dunia setelah pensiunnya Viktor Axelsen (Denmark) dari panggung profesional. Anthony menilai peta kekuatan saat ini menjadi jauh lebih merata, terbuka, dan sulit untuk ditebak.

Meski persaingan kian cair, Anthony melihat sosok Shi Yu Qi sebagai kandidat paling kuat untuk melanjutkan tongkat estafet dominasi di sektor tunggal putra dunia. Tunggal putra andalan China tersebut dinilai mempunyai atribut permainan yang sangat komplet dan sulit ditandingi ketika berada dalam kondisi fisik serta mental yang prima.

"Kalau sekarang mungkin bisa dilihat ya Shi Yuqi sih ya. Maksudnya, bisa kita lihat ya mungkin kalau dianya on perform atau dari segi badannya oke, memang dia yang sulit buat dikalahin sih ya," kata Anthony kepada awak media, termasuk Okezone di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta pada Selasa (26/5/2026).

Sebagai bukti ketangguhannya, Shi Yu Qi sukses konsisten menjaga posisinya sebagai tunggal putra nomor satu dunia sejak Agustus 2025. Ia tercatat hanya sempat tergeser satu peringkat pada Maret 2026 sebelum akhirnya kembali bertengger di posisi puncak ranking BWF.

1. Persaingan Makin Cair

Walaupun mengakui kehebatan Shi Yu Qi, Anthony menggarisbawahi bahwa panggung tunggal putra saat ini tidak lagi hanya terpaku pada satu nama absolut. Ia melihat gelombang pemain muda mulai unjuk gigi dan kerap melahirkan kejutan besar di deretan turnamen bergengsi.

Menurut atlet kelahiran Cimahi, Jawa Barat tersebut, fenomena ini membuat tensi persaingan di sirkuit internasional semakin sengit. Hal itu tercermin dari podium juara yang terus berganti nama dalam beberapa kejuaraan sirkuit dunia belakangan ini.

Viktor Axelsen. (Foto: Andri Bagus/Okezone)

"Terus sisanya ya paling ya pemain-pemain muda lah, maksudnya ya kalau kita lihat lagi flashback lagi ya gantian aja sih yang juara kan. Kemarin juga di Malaysia, Thailand, Anders Antonsen itu juga juara," jelas Anthony.

Pemain peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 ini menambahkan, status unggulan atau peringkat atas kini tidak lagi menjadi jaminan mutlak untuk membawa pulang trofi. Level kemampuan para pebulu tangkis elite dunia saat ini sudah berada di titik yang sangat setara.

 

"Jadi memang ya tadi saya bilang, enggak bisa meskipun ranking 1, ranking 2, atau top 5 sekalipun enggak bisa memastikan kalau juara gitu," papar Anthony.

2. Apresiasi untuk Progres Junior Indonesia

Tidak hanya meneropong persaingan global, Anthony juga menaruh perhatian besar pada regenerasi tunggal putra fungsional di dalam negeri. Ia memproyeksikan nama-nama seperti Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah memiliki prospek cerah jika mampu menjaga konsistensi perkembangan mereka.

Shi Yu Qi. (Foto: BWF)

Secara khusus, Anthony melempar pujian untuk grafik permainan Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed, yang dinilainya tampil semakin matang. Kendati belum berhasil meraih podium tertinggi, performa Ubed di atas lapangan menunjukkan sinyal yang sangat positif.

"Cuman apa ya pasti ada kejutan-kejutan lagi dari pemain-pemain muda yang maksudnya mulai naik lagi. Di kita juga mungkin ada Ubed, ada Alwi juga. Memang dari Ubed sendiri juga kan kita lihat progress-nya juga baik juga di Malaysia meskipun kalah sama (Christo) Popov, cuman saya cukup apa namanya? Apresiasi sama permainannya sih, performnya," tutupnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya