SACHSENRING – Pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses menunjukkan taji dalam balapan utama Moto3 Jerman 2026 yang digelar di Sirkuit Sachsenring, Minggu (12/7/2-26) sore WIB. Performa impresif di lap-lap terakhir membawanya finis di zona 10 besar sekaligus mengamankan poin krusial.
Hasil manis ini menjadi momen kebangkitan yang sempurna bagi rider Honda Team Asia tersebut. Pasalnya, pada seri sebelumnya di Moto3 Belanda 2026, Veda sempat bernasib sial dan gagal menyentuh garis finis akibat terlibat insiden di Sirkuit Assen.
Mengawali balapan dari urutan ke-13 karena kualifikasi yang kurang maksimal, tantangan Veda di Sachsenring jelas tidak mudah. Namun, bermodalkan ketenangan dan pengalamannya, ia langsung tampil menekan sejak bendera start dikibarkan hingga akhirnya finis di urutan kedelapan.
Veda sempat merangsek hingga ke urutan ketujuh sebelum posisinya kembali melorot dan tertahan di peringkat kesepuluh hingga pertengahan balapan. Memasuki dua putaran terakhir, pembalap tanah air ini mulai melancarkan strategi menyerang yang agresif.
Puncaknya terjadi pada lap pemungkas, di mana terjadi persaingan sengit antara Veda dengan Ryusei Yamanaka, Eddie O'Shea, Alvaro Carpe, hingga Hakim Danish. Sempat tercecer di urutan ke-12, Veda secara beringas menyalip para rivalnya di detik-detik akhir untuk mengamankan posisi kedelapan.
Saat menyentuh garis finis, Veda terpaut 15,657 detik dari pembalap asal Spanyol, Brian Uriarte, yang keluar sebagai pemenang GP Jerman. Keberhasilan finis di posisi kedelapan ini otomatis membuahkan tambahan delapan poin berharga bagi Veda.