Kisah Rexy Mainaky, Pelatih Indonesia yang Berjuang Keras agar Malaysia Juara Piala Thomas 2026

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 20 April 2026 03:01 WIB
Direktur kepelatihan ganda nasional Malaysia, Rexy Mainaky. (Foto: Instagram/ba_malaysia)
Share :

HERNING – Direktur kepelatihan ganda nasional Malaysia, Rexy Mainaky, mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada seluruh anggota skuad Piala Thomas dan Uber 2026 Malaysia. Dalam pemusatan latihan intensif di Herning, Denmark, legenda bulu tangkis Indonesia tersebut menekankan kunci untuk merebut kembali gelar bergengsi bukan hanya soal teknik, melainkan pengorbanan total di dalam maupun di luar lapangan.

Rexy menginginkan tim yang dipimpin oleh Aaron Chia ini untuk bangkit dan mengakhiri penantian panjang trofi Piala Thomas yang terakhir kali diraih Malaysia pada 1992. Ia meminta seluruh pemain untuk hidup sebagai satu kesatuan, mulai dari latihan hingga makan bersama, selama periode kamp delapan hari di Herning dan 10 hari kompetisi di Horsens mendatang.

"Kita di sini bersama, dan Aaron, kamu adalah kaptennya. Kamu harus memimpin timmu dan mulai sekarang, lakukan segalanya sebagai satu tim, bahkan saat makan. Tetap bersatu dengan satu pola pikir," tegas Rexy setelah sesi latihan, dikutip dari Media Malaysia, New Straits Times, Senin (20/4/2026).

1. Membangun Warisan Lewat Kerja Keras

Rexy meyakini hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai melalui pengorbanan yang luar biasa pula. Ia menuntut agar tanggung jawab kemenangan tidak hanya dipikul oleh satu atau dua pemain bintang, melainkan oleh seluruh 10 pemain yang terdaftar dalam skuad.

Baginya, setiap individu harus berkontribusi penuh dan tidak hanya menjadi penonton di pinggir lapangan.

Herry IP ukses bantu Aaron Chia/Soh Wooi Yik juara BAC 2025. (Foto: Instagram/aaronchiatengfong)

Lebih lanjut, Rexy memotivasi para pemainnya untuk memikirkan warisan yang akan mereka tinggalkan sebelum pensiun. Ia memberikan contoh Carolina Marin, pemain asal Spanyol yang berhasil mendobrak dominasi negara-negara tradisional bulu tangkis hingga menjadi juara Olimpiade dan juara dunia.

"Hargai diri kalian setinggi-tingginya. Jangan menunggu orang lain menghargai kalian. Kalian harus menghargai diri sendiri terlebih dahulu," tambahnya.

Rexy ingin para atletnya menghormati waktu dan usaha yang telah mereka curahkan sejak masa kecil dengan memberikan segalanya di turnamen kali ini.

 

2. Adaptasi

Selain motivasi dari Rexy, Direktur Kepelatihan Tunggal Nasional, Kenneth Jonassen, juga memberikan perspektif positif. Kebetulan, Herning merupakan kampung halamannya.

Jonassen berharap keakrabannya dengan fasilitas di kota tersebut dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi proses adaptasi skuad Malaysia. Ia memastikan program pemulihan fisik pemain, termasuk ketersediaan kompres es, berjalan sesuai rutinitas normal agar kondisi atlet tetap prima.

Rexy Mainaky. (Foto: Instagram/ba_malaysia)

"Selamat datang di Herning. Ini kampung halaman saya. Saya pergi 30 tahun lalu, tapi saya masih tahu beberapa tempat bagus. Setiap hari kami akan mencoba meningkatkan banyak hal," ujar Jonassen.

Tim Thomas Malaysia dijadwalkan memulai perjuangan mereka di Grup B menghadapi Inggris (25 April), Finlandia (27 April), dan Jepang (29 April). Sementara itu, tim Uber yang dipimpin M. Thinaah akan bersaing dengan Turki, Afrika Selatan, dan Jepang dengan ambisi menembus perempatfinal pertama mereka sejak 2010.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya