ADA 5 calon pengganti Max Verstappen di Red Bull Racing jika sang juara dunia empat kali itu benar-benar memutuskan pensiun dari Formula One (F1). Salah satu calon penggantinya adalah bintang Scuderia Ferrari, yakni Charles Leclerc.
Ya, kabar mengejutkan datang dari garasi Red Bull Racing pada GP Jepang 2026. Max Verstappen secara terang-terangan melontarkan ancaman untuk meninggalkan F1 akibat rasa tidak puasnya terhadap regulasi baru yang mulai diberlakukan.
Jika ancaman tersebut menjadi kenyataan, Red Bull akan menghadapi masalah sulit, yakni mencari suksesor yang mampu mengisi kekosongan besar yang ditinggalkan oleh salah satu pembalap terbaik di grid saat ini.
Setidaknya ada lima pembalap yang berpotensi menggantikan Verstappen. Lantas siapa saja mereka?
Jika Red Bull menginginkan pembalap dengan profil bintang, Charles Leclerc adalah kandidat utama. Meskipun setia kepada Ferrari, rasa frustrasi Leclerc kian memuncak karena tim asal Italia tersebut belum mampu memberikan mobil juara.
Dengan usia 28 tahun yang merupakan masa emas kariernya, Leclerc dipandang sebagai salah satu dari sedikit pembalap yang memiliki level kemampuan setara untuk bertarung demi gelar juara dunia jika diberikan mobil yang tepat.
Solusi paling logis dan sederhana bagi Red Bull adalah mempromosikan bakat dari akademi mereka sendiri. Arvid Lindblad muncul sebagai kandidat internal paling menonjol.
Remaja asal Inggris ini telah menunjukkan performa menjanjikan dalam tiga akhir pekan pertamanya di F1 bersama tim satelit, Racing Bulls. Memasangkan Lindblad (18 tahun) dengan Isack Hadjar (21 tahun) memang akan membuat lini depan Red Bull terasa sangat muda, namun duet ini menawarkan potensi jangka panjang yang luar biasa di tengah kesulitan tim dalam merekrut nama besar.
Carlos Sainz saat ini tengah mengalami masa sulit di Williams, di mana mobil FW48 miliknya tampil jauh di bawah ekspektasi, lambat, dan kelebihan berat badan. Menariknya, kontrak Sainz kabarnya memiliki klausul keluar jika tim papan atas seperti Red Bull datang meminang.
Sainz adalah pembalap yang konsisten, cerdas, dan memiliki kepemimpinan yang kuat. Kepergian Verstappen bisa menjadi pintu bagi Sainz untuk kembali ke pangkuan keluarga Red Bull yang sempat terlewatkan.
Rekan setim Sainz di Williams, Alex Albon, merupakan wajah lama yang sudah sangat dikenal oleh Red Bull. Namun, Albon yang sekarang adalah versi yang jauh lebih matang dan hebat dibandingkan saat ia masih menjadi pendamping Verstappen beberapa tahun lalu.
Albon telah membangun kembali reputasinya secara luar biasa sejak bergabung dengan Williams pada 2022. Banyak pihak menilai Albon pantas mendapatkan kesempatan kedua untuk membuktikan taringnya bersama Red Bull Racing.
Oscar Piastri adalah komoditas panas di grid F1 saat ini. Pembalap Australia berusia 25 tahun ini dianggap sebagai calon juara dunia masa depan oleh banyak penghuni paddock.
Meski McLaren saat ini berada dalam posisi yang lebih kompetitif dibanding Red Bull, dinamika pasar pembalap bisa berubah drastis. Jika di masa depan Verstappen justru tertarik menyeberang ke McLaren untuk bereuni dengan mantan kolega Red Bull, skenario pertukaran kursi secara langsung antara Piastri dan Verstappen bukanlah hal yang mustahil terjadi.
(Rivan Nasri Rachman)