KABAR Ducati berencana menduetkan Pedro Acosta dengan sang legenda hidup, Marc Marquez, di MotoGP dinilai bukan sekadar strategi tim, melainkan langkah yang bisa mengubah sisa karier sang juara dunia delapan kali tersebut. Pasalnya Acosta diprediksi akan menjadi bahan bakar baru untuk Marquez.
Mantan bos tim legendaris, Livio Suppo, melihat adanya kemiripan mencolok antara situasi ini dengan momen ikonik di Yamaha pada tahun 2008. Kala itu, Valentino Rossi yang sudah sangat dominan tiba-tiba harus berbagi garasi dengan bintang muda yang ambisius, Jorge Lorenzo.
Kehadiran pembalap muda berbakat seringkali dianggap sebagai ancaman bagi pembalap senior, namun Suppo memiliki pandangan berbeda. Merujuk pada masa keemasan Yamaha, kedatangan Lorenzo justru memaksa Rossi untuk menggali potensi terdalamnya lebih jauh lagi.
“Ini seperti saat Yamaha menempatkan Lorenzo di samping Valentino. Jorge memperpanjang karier (Rossi), dia memenangkan dua gelar juara dunia lagi,” ungkap Suppo, dikutip GPOne, Selasa (14/4/2026).
Pada periode 2008 dan 2009, meski tensi di garasi memuncak hingga munculnya tembok pembatas yang terkenal, Rossi justru tampil luar biasa dengan meraih gelar juara berturut-turut. Bagi Suppo, persaingan internal yang sehat adalah kunci untuk tetap berada di level tertinggi saat usia mulai bertambah.
Bagi pembalap sekaliber Marc Marquez, kedatangan Acosta dianggap sebagai suntikan energi daripada sekadar beban tambahan. Mengingat performa impresif Acosta bersama KTM musim ini, tantangan tekanan dari Acosta diyakini akan membangkitkan kembali rasa lapar Marquez akan kemenangan.