BOLOGNA – Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui ketangguhan Aprilia Racing yang tampil luar biasa pada pembuka musim MotoGP 2026. Ia menilai pabrikan asal Noale tersebut telah melakukan lompatan performa yang sangat signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Sejauh ini, Aprilia Racing memang menunjukkan konsistensi impresif dalam tiga balapan perdana. Tim Italia tersebut berhasil mengungguli Ducati, yang dalam beberapa tahun terakhir hampir tak tersentuh di puncak klasemen kompetisi.
Marco Bezzecchi muncul sebagai ujung tombak Aprilia Racing yang paling produktif. Rider didikan Valentino Rossi tersebut sukses menyapu bersih podium pertama dalam tiga seri pembuka, yakni di MotoGP Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat.
Berbanding terbalik dengan rivalnya, duet maut Ducati Lenovo, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, justru masih kesulitan menemukan ritme terbaik. Keduanya tercatat belum pernah menginjakkan kaki di podium pada sesi balapan utama sejauh ini.
Menanggapi situasi tersebut, Tardozzi mengakui bahwa Ducati saat ini tertinggal dalam hal pengembangan kecepatan dibanding Aprilia Racing. Menurutnya, paket motor RS-GP mengalami kemajuan pesat yang didukung oleh jajaran pebalap yang kompetitif.
“Aprilia meningkat sangat pesat. Jika dibandingkan data tahun lalu dengan tahun ini, mereka berkembang tujuh atau delapan persepuluh detik, sementara kami hanya satu atau dua,” kata Tardozzi, dilansir dari Motosan, Selasa (31/3/2026).