KISAH haru pebulu tangkis Mohammad Ahsan menarik untuk diulas. Sebab, ia menolak tawaran melatih di tiga negara Asia demi menebus waktu yang hilang bersama keluarga.
Ahsan memutuskan pensiun sebagai pemain pada Januari 2025. Ia gantung raket setelah belasan tahun berkarier di dunia tepok bulu, lengkap dengan kenangan manis serta pahitnya.
Semasa aktif bermain, Ahsan merupakan pebulu tangkis berprestasi. Deretan gelarnya cukup mentereng termasuk tiga kali juara dunia bulu tangkis. Rekam jejak ini membuatnya disegani.
Pengalamannya tidak main-main. Maka dari itu, Ahsan dinilai sangat cocok untuk jadi pelatih. Pria kelahiran Sumatra Selatan tersebut mengaku sempat ada tawaran untuk melatih, tak lama setelah pensiun.
"Tujuan pensiun memang mau istirahat dulu. Kita enggak tahu tapi ke depan, memang tahun ini mau komitmen istirahat, buat keluarga dulu, terus memang benar-benar menikmati. Dulu kan sudah puluhan tahun, tahun depan enggak tahu," ungkap Ahsan saat ditemui di Daddies Arena, Agustus 2025.
"Belum tahu pokoknya tahun ini (2025) belum siap untuk komitmen (menjadi pelatih), jadi kalau namanya komitmen kita benar-benar komitmen. Memang komitmen waktu, komitmen mungkin buat melatih juga. Itu masih belum," terang Ahsan.
"Ada (tawaran dari menjadi pelatih) dari luar. Dari luar (negeri) kebanyakan. Ada beberapa lah pokoknya. (Negaranya) Asia. Pokoknya itulah tapi memang saya enggak dulu," sambung pria berusia 37 tahun tersebut.
"Ya kalau bisa (jadi pelatih) di Indonesia dulu karena kan keluarga di sini, kalau di luar kan harus jauh lagi dari keluarga. Seperti waktu main dulu kan ditinggal lagi," tutup Ahsan.
Itulah kisah haru pebulu tangkis Mohammad Ahsan, tolak tawaran latih tiga negara Asia demi tebus waktu untuk keluarga. Ia memang layak dijadikan panutan.
(Wikanto Arungbudoyo)