JAKARTA - Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, mengisyaratkan siap membantu sang kakak yakni Marc Marquez untuk meraih gelar juara MotoGP lewat team order (instruksi tim).
Isu team order belakangan ramai dibicarakan. Hal ini mengingat ketatnya persaingan ketat antara pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, dengan Marc Marquez. Jorge Martin memimpin klasemen sementara dengan 355 poin, unggul 2 angka dari Marc Marquez di posisi 2.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, sudah angkat bicara soal isu team order untuk membantu Jorge Martin meraih gelar juara dunia.
Massimo Rivola menyatakan, kebijakan tersebut baru akan diberlakukan jika seorang pembalap secara matematis sudah tidak mungkin lagi memperebutkan gelar juara, melansir laman GP One, Kamis (15/10/2026).
Dalam hal ini, pembalap Aprilia Racing lainnya, Marco Bezzecchi, berada di urutan ketiga dengan koleksi 309 poin. Ia tertinggal 46 poin dari rekan setimnya yang bertengger di puncak klasemen.
Secara matematis, Marco Bezzecchi masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara, meski sangatlah kecil.
Di sisi lain, Direktur Teknis Aprilia Racing, Ducati Fabiano Sterlacchini, mengisyaratkan bahwa hal itu bisa terjadi lebih cepat.
Sementara itu, Alex Marquez sangat menyadari adanya diskusi-diskusi tersebut .Pembalap tim Gresini ini juga mengendarai motor Ducati seperti kakaknya. Ia menyarankan perubahan strategi sebagai tanggapan atas situasi di Aprilia.
"Jelas sekali bahwa Aprilia sudah memiliki pandangan yang tegas; mereka menginginkan gelar juara dan sedang membicarakan hal ini dengan semua pihak—jadi mungkin nanti akan tiba saatnya bagi Ducati untuk melakukan hal serupa—namun menurut saya, itu masih terlalu dini," katanya kepada AS.
"Saya rasa masih ada waktu dan kita harus fokus pada balapan kita sendiri. Nanti, saat kita sedang bertarung di lintasan setiap hari Minggu, barulah kita harus menilai situasinya secara keseluruhan," ucapnya.
Musim lalu, Alex Marquez finish di posisi kedua di belakang saudaranya, Marc Marquez. Namun, tahun ini posisinya jauh tertinggal di peringkat kedelapan, terpaut 183 poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin.
Ia juga akan meninggalkan Ducati untuk bergabung dengan KTM musim depan. Namun, bukan hal yang aneh jika pembalap yang menggunakan motor dari pabrikan yang sama saling membantu rekan satu tim.
Akan tetapi, saat berbicara setelah Alex Marquez di Indonesia, manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menepis gagasan mengenai bantuan berbasis ikatan persaudaraan tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.