Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Ini Alasan Pembalap MotoGP Kerap Pakai Plester di Hidung saat Balapan

Muhammad Fadhil Mubarok , Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |04:36 WIB
Ternyata Ini Alasan Pembalap MotoGP Kerap Pakai Plester di Hidung saat Balapan
Ternyata Ini Alasan Pembalap MotoGP Kerap Pakai Plester di Hidung saat Balapan (Ilustrasi/Instagram/@marcobez72)
A
A
A

JAKARTA - Ternyata ini alasan pembalap MotoGP kerap pakai plester di hidung saat balapan. Alasan di balik kebiasaan pembalap MotoGP menempelkan plester di hidung akan diulas dalam artikel ini. 

1. Plester Hidung

Selain menyiapkan perlengkapan utama seperti helm dan wearpack, para pembalap ternyata juga membawa plester khusus untuk dipasang di hidung.

Plester yang bentuknya menyerupai koyo itu kerap terlihat menempel di hidung para pembalap. Namun, penggunaannya bukan sekadar untuk gaya.

Ada alasan tersendiri di balik penggunaan plester tersebut. Benda kecil itu ternyata memberi manfaat besar saat balapan berlangsung.

Pada kecepatan tinggi, para pembalap menghadapi tekanan fisik yang berat. Sementara itu, tidak ada perangkat khusus yang membantu mengatur pernapasan mereka. 

Start balapan MotoGP Jepang 2026 (Foto: MotoGP)
Start balapan MotoGP Jepang 2026 (Foto: MotoGP)

Kondisi ini menuntut pembalap tetap bernapas dengan lancar. Namun, terpaan angin dan lonjakan adrenalin kerap membuat saluran hidung menyempit atau tertutup, sehingga pembalap merasa sesak dan sulit bernapas.

Melansir arsip berita Okezone, sejumlah penelitian menyebutkan  plester hidung efektif membantu meningkatkan kemampuan bernapas. Secara teknis, plester ini bekerja dengan membuka saluran hidung sehingga mencegah penyumbatan, termasuk yang dipicu rinitis.

Pernapasan merupakan faktor yang sangat penting bagi performa seorang pembalap. Selama balapan, pembalap MotoGP dituntut mampu mengatur napas dengan baik agar tetap fokus dan dapat menampilkan kemampuan terbaiknya hingga garis finis. Karena itu, fungsi utama plester hidung adalah menjaga saluran hidung tetap terbuka saat melaju kencang, sehingga pembalap dapat bernapas dengan normal.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement