Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alex Rins Acungkan Jari Tengah ke Marshal Sirkuit Mandalika, Begini Kata Mantan Dirut MGPA

Cikal Bintang , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2026 |21:53 WIB
Alex Rins Acungkan Jari Tengah ke Marshal Sirkuit Mandalika, Begini Kata Mantan Dirut MGPA
Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Alex Rins. (Foto: Instagram/alexrins)
A
A
A

LOMBOK — Mantan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, memberikan tanggapan terkait insiden yang melibatkan pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins. Rins menjadi sorotan usai mengacungkan jari tengah kepada marshal saat gelaran MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB.

Insiden tersebut terjadi pada paruh akhir sesi Practice MotoGP Indonesia 2026, Jumat 9 Oktober 2026. Rins mengalami kecelakaan saat sesi menyisakan waktu dua menit dan bergegas kembali ke paddock demi mengamankan peluang lolos langsung ke babak Kualifikasi 2 (Q2).

Usai terjatuh, Rins meminta marshal setempat untuk mengantarkannya kembali ke garasi menggunakan sepeda motor yang dikendarai petugas tersebut. Namun, permintaan tersebut terhalang oleh Prosedur Operasional Standar (SOP) keselamatan yang berlaku di lintasan.

Kondisi tersebut memicu kekesalan sang pembalap hingga ia memutuskan turun dari motor dan mengacungkan jari tengah kepada marshal. Pembalap asal Spanyol itu akhirnya menumpang sepeda motor milik seorang fotografer untuk mencapai paddock.

1. Penjelasan Mengenai Fungsi Flying Marshal

Menanggapi kontroversi tersebut, Priandhi menegaskan bahwa petugas marshal telah menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional. Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang digunakan petugas dalam rekaman video merupakan motor flying marshal, bukan moto taxi.

Alex Rins (Instagram/@alexrins)
Alex Rins (Instagram/@alexrins)

“Motor yang dipakai itu merupakan motor flying marshal, dan bukan kendaraan moto taxi. Di bagian belakangnya terlihat ada APAR atau alat pemadam api ringan,” jelas Priandhi dalam keterangan resminya, dikutip pada Sabtu (10/10/2026).

Dalam struktur operasional balapan, flying marshal bertugas mengawasi dan mengamankan situasi darurat di lintasan. Sementara itu, layanan moto taxi khusus disediakan untuk mengantar pembalap sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

 

Priandhi menjelaskan bahwa flying marshal hanya diizinkan membawa pembalap hingga titik transit (transit car) yang disiapkan penyelenggara. Prosedur penanganan ini telah tertuang dalam safety plan dan mendapatkan persetujuan resmi dari Race Director.

Sesampainya di titik transit, pembalap harus berganti kendaraan evakuasi untuk melanjutkan perjalanan menuju paddock. Petugas flying marshal dilarang meninggalkan pos pantau terlalu jauh demi menjaga keamanan area lintasan.

2. Apresiasi Ketegasan Petugas

“Jadi, mereka telah melakukan sesuai SOP tugasnya masing-masing. Flying Marshal yang terlihat di video, memang hanya bisa mengantarkan sampai titik transit car yang sudah disetujui dan sudah disiapkan dari sebelumnya,” ujar Priandhi.

Priandhi memahami hasrat pembalap yang ingin secepat mungkin tiba di garasi setelah kecelakaan, terlebih saat durasi sesi katihan hampir habis. Kendati demikian, aturan keselamatan di lintasan harus tetap diprioritaskan di atas keinginan personal pembalap.

Alex Rins. (Foto: Instagram/alexrins)
Alex Rins. (Foto: Instagram/alexrins)

“Rider pasti maunya diantar secepat mungkin untuk sampai kembali ke garasinya. Itu memungkinkan jika memakai moto taxi, tetapi tidak memungkinkan jika kebetulan dia diantar menggunakan kendaraan flying marshal, karena itu akan berarti petugas marshal tersebut meninggalkan area pos kerja mereka terlalu lama, dan tidak sesuai prosedur yang telah ditentukan dan disetujui sebelum balap,” jelas Priandhi.

Lebih lanjut, Priandhi memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen MGPA di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ananda Mikola atas pembinaan marshal lokal yang dinilai makin profesional.

"Saya pribadi memberikan respek yang tinggi kepada manajemen MGPA di bawah kepemimpinan Direktur Utama MGPA, Bapak Ananda Mikola, beserta jajaran direksi. Mereka berhasil mendidik para petugas lintasan atau marshal melalui tim motorsport, sehingga para petugas memahami mana yang benar dan salah serta berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang mereka anggap keliru," pungkasnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement