Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas usai mencatat waktu 6,062 detik pada nomor women’s speed berhasil memperbarui Asian Record, sekaligus menjadi Asian Games Record. Sebelumnya, Desak memegang catatan 6,07 detik yang dibuat di Meishan untuk kategori rekor Asia, serta 6,52 detik yang dicatat di Hangzhou sebagai rekor Asian Games.
Selain rekor, Tim Indonesia juga menorehkan sejumlah catatan sejarah. Sebut saja medali emas beregu putra bulutangkis yang mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 28 tahun untuk kembali meraih emas Asian Games pada nomor tersebut. Indonesia kemudian menambah emas dari ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifah menciptakan sejarah baru dengan mempersembahkan medali emas Asian Games pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan. Hani, sapaan Nurisa, mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 pada final nomor compound individual putri.
Tidak hanya dari cabor-cabor tradisional, sejumlah cabang yang baru tampil di Asian Games juga ikut menyumbangkan medali. Teqball, padel, MMA dan surfing memberikan kontribusi medali perak maupun perunggu, memperlihatkan semakin luasnya spektrum prestasi olahraga Indonesia di panggung Asia.
Juga untuk E-Sport yang berhasil membawa pulang medali pertama sejak cabang olahraga tersebut di pertandingkan resmi di Asian Games 2022 Hangzhou.
Pencapaian tersebut menjadi semakin berarti karena beberapa nomor yang sebelumnya menjadi sumber emas Indonesia di Hangzhou 2022 tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya, termasuk nomor 10 meter running target putra dan mixed serta dragon boat 1000 meter putra.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.