Busana Meydiana dipadukan dengan sarung Tenun Songket Bali berwarna putih, menghadirkan interpretasi warna Merah Putih dalam keseluruhan penampilannya. Perpaduan tersebut sekaligus menggambarkan sosok perempuan Indonesia yang membawa bendera sekaligus membawa identitas dan kebanggaan bangsa di panggung Asia.
Detail busana dilengkapi ikat pinggang yang terinspirasi dari ikat pinggang antik Bali. Elemen tersebut diterjemahkan kembali melalui teknik hand-screen printing emas, bordir emas, dan aplikasi beads.

Tidak hanya Meydiana, sejumlah atlet dan official Tim Indonesia juga ambil bagian dalam defile Closing Ceremony Asian Games 2026. Total 52 atlet dan ofisial dari lima cabang olahraga akan mengikuti defile.
Para atlet dan ofisial lainnya mengenakan busana closing defile berupa tracksuit putih dengan motif Limar Palembang karya Ghea. Motif khas tenun Palembang, Sumatera Selatan, tersebut diterjemahkan melalui permainan tone-on-tone dan gradasi, kemudian dipadukan dengan motif Limar berwarna merah.
Sementara itu, unsur budaya Bali juga hadir dalam busana CdM, Wakil CdM, dan sejumlah perwakilan atlet melalui kemeja sutra bermotif inspirasi Songket Bali, lengkap dengan udeng dan kain Songket Bali karya para perajin lokal.
Perpaduan Prada Bali, Songket Bali, dan Limar Palembang menjadi satu kesatuan dalam konsep “Unity in Diversity” yang menjadi sebuah gambaran tentang Indonesia yang kaya akan budaya. Akan tetapi, tetap berdiri dalam satu identitas sebagai bangsa.
Tim Indonesia mengakhiri perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di peringkat 16 dengan torehan lima medali emas, 11 perak dan 23 perunggu. Catatan ini juga sekaligus menuntaskan target yang diberikan kepada Tim Indonesia di multievent olahraga terbesar se-Asia tersebut.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.