PROFIL Antonius Budi Ariantho menarik untuk diulas. Sebab, ia adalah pelatih yang menduetkan kembali Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin hingga berhasil meraih medali emas Asian Games 2026.
Leo/Daniel merebut medali emas dari nomor perorangan di Asian Games 2026 usai menang tiga gim atas Liang Weikeng/Wang Chang, 19-21, 21-13, dan 21-18. Pertandingan itu digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, Selasa 29 September 2026.
Keberhasilan itu sekaligus mengawinkan medali emas dari nomor beregu. Sebelumnya, Leo/Daniel ikut membawa Tim Bulu Tangkis Indonesia menyabet kepingan mulia tersebut di kategori putra.
Gelar juara memang cukup lekat dengan Leo/Daniel. Keduanya mulai mencuri perhatian saat jadi juara Asia dan dunia di level junior pada 2019. Prestasi itu membuat mereka dijuluki The Babies.
Setelah itu, Leo/Daniel turut membawa Tim Bulu Tangkis Indonesia juara Piala Thomas 2020 yang digelar di Aarhus, Denmark, pada 2021. Beberapa bulan setelahnya, mereka meraih emas SEA Games 2021!
Di level BWF World Tour, Leo/Daniel mengawali deretan prestasi dengan juara Singapore Open 2022. Total, keduanya meraih empat gelar juara hingga Indonesia Masters 2024.
Kebersamaan Leo dan Daniel sejak level junior harus terpisah untuk sementara waktu. Prestasi yang stagnan setelah juara Indonesia Masters 2024, membuat keduanya dipecah!
Leo menggandeng Bagas Maulana sementara Daniel dipasangkan dengan Muhammad Shohibul Fikri. Tapi, strategi memecah pasangan itu ternyata kurang maksimal.
Kedatangan Antonius di kursi pelatih pada Januari 2025 mengubah segalanya. Setelah setahun penuh berpisah, Leo/Daniel kembali dipasangkan pada awal Januari 2026 berkat campur tangan sang pelatih.
Lalu, siapa Antonius Budi Ariantho? Sosoknya ternyata bukan orang sembarangan. Ia diketahui lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 3 Oktober 1972.
Antonius ternyata adalah mantan pebulu tangkis Indonesia terutama di sektor ganda putra. Prestasinya tidak main-main karena pernah juara dan meraih medali di sejumlah kejuaraan bergengsi.
Tercatat, Antonius pernah merebut medali emas di SEA Games 1995 pada nomor beregu dan perunggu di nomor perorangan. Setahun berselang, ia menyabet perunggu Olimpiade Atlanta 1996 bersama Denny Kantono.
Kemudian, Antonius jadi bagian tim Indonesia yang menjuarai Piala Thomas 1996 serta 2000. Di antara itu, ia menjadi juara Asia pada 1997, juga bersama Denny Kantono.
Deretan prestasi itu belum terhitung gelar di level Grand Prix/Superseries. Antonius pernah jadi juara turnamen bergengsi seperti Denmark Open 1994 dan Indonesia Open 1996.
Setelah pensiun, Antonius Budi Ariantho melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Ia bergabung dengan PB Djarum yang juga merupakan klub asal dari Leo/Daniel, pada 2001. Tidak heran bila mereka saling mengenal sejak di level junior.
Berkat polesan Antonius, Leo/Daniel meraih berbagai gelar juara di level junior. Sampai akhirnya, mereka kembali bekerja sama di Pelatnas PBSI sejak Januari 2025.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.