
Sementara itu, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., mengapresiasi dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurut Irvan, perkembangan olahraga terjun payung, termasuk indoor skydiving, membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas agar minat, pembinaan, dan prestasi atlet dapat terus berkembang.
“Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving, menunjukkan bahwa minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, upaya pembinaan atlet sekaligus peningkatan kualitas pertandingan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Irvan.
Irvan mengatakan pihaknya terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung di berbagai negara kawasan Asia, dengan dukungan organisasi terjun payung internasional. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan single event indoor skydiving di kawasan Asia secara rutin dan berkesinambungan.
“Kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan diharapkan dapat semakin mendorong perhatian masing-masing negara terhadap pembinaan dan pengembangan atlet,” katanya.
“Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga,” ujar Irvan.
Atas nama pengurus olahraga Federasi Terjun Payung Indonesia, Irvan juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Polri atas dukungan terhadap terselenggaranya kejuaraan internasional tersebut. Kepada seluruh atlet, panitia, dan wasit, ia berpesan agar pertandingan berlangsung dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Selamat bertanding kepada para atlet, kepada panitia dan para wasit selamat bertugas. Agar kita semua selalu dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Safety, safety, and safety,” ucapnya.
Rangkaian kompetisi di Wind Tunnel Korps Brimob Polri selanjutnya dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.
Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas menjadi fasilitas penting dalam pengembangan indoor skydiving nasional. Fasilitas yang diresmikan pada Maret 2023 tersebut memiliki diameter 4,8 meter, kapasitas hingga 10 penerjun, serta dapat dioperasikan selama 24 jam.
Melalui penyelenggaraan kompetisi internasional tersebut, Cikeas tidak hanya menjadi tempat para atlet mengejar podium. Lebih dari itu, Wind Tunnel Korps Brimob menjadi ruang bertemunya atlet dan komunitas dari berbagai negara, tempat pengalaman dipertukarkan, jejaring diperluas, dan pembinaan skydiving Indonesia terus didorong menuju panggung dunia.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.