Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Pebulu Tangkis Putri Indonesia Peraih Emas Olimpiade tapi Tak Pernah Juara Asian Games, Nomor 1 Susy Susanti

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |17:53 WIB
3 Pebulu Tangkis Putri Indonesia Peraih Emas Olimpiade tapi Tak Pernah Juara Asian Games, Nomor 1 Susy Susanti
Susy Susanti (kanan) bersama Mia Audina (kiri). (Foto: Instagram/olympics)
A
A
A

SEBANYAK 3 pebulu tangkis putri Indonesia yang pernah meraih medali emas Olimpiade ternyata tak merasakan hal yang sama ketika berbicara turnamen Asian Games. Salah satunya adalah legenda tunggal putri Indonesia, yakni Susy Susanti.

Ya, ada banyak legenda-legenda besar yang mendominasi berbagai kejuaraan bergengsi. Akan tetapi, ada kalanya jalan terjal justru tersaji di ajang multievent regional seperti Asian Games, di mana gelar juara tertinggi kerap luput dari genggaman para peraih medali emas Olimpiade. Penasaran siapa saja?

Berikut 3 Pebulu Tangkis Putri Indonesia Peraih Emas Olimpiade tapi Tak Pernah Juara Asian Games:

1. Susy Susanti

Susy Susanti YouTube
Susy Susanti YouTube

Sebagai ikon tunggal putri dunia dan peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, Susy Susanti memiliki sejarah karier yang luar biasa gemilang dengan koleksi gelar All England, Kejuaraan Dunia, hingga Piala Uber. Namun di balik dominasinya yang luar biasa, ajang Asian Games justru menjadi tembok tebal yang belum pernah bisa ia robohkan.

Prestasi terbaik legenda yang dijuluki Ratu Bulu Tangkis Dunia ini di panggung Asian Games hanya sebatas medali perak nomor beregu serta medali perunggu di sektor perorangan.

2. Liliyana Natsir

Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad
Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad

Nama Liliyana Natsir bersanding abadi sebagai salah satu pebulu tangkis tersukses Indonesia dengan koleksi empat gelar juara dunia (2005, 2007, 2013, 2017) serta medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Tontowi Ahmad. Kendati lemari trofinya penuh dengan gelar elite, medali emas Asian Games menjadi satu-satunya pencapaian yang gagal ia taklukkan.

Dalam dua kesempatan final yang diikutinya, yakni pada Asian Games 2014 Incheon dan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, langkahnya bersama Tontowi harus puas terhenti dan hanya mendulang medali perak serta perunggu.

 

3. Apriyani Rahayu

Perjuangan gemilang turut ditorehkan oleh Apriyani Rahayu ketika ia sukses menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020 di sektor ganda putri bersama partnernya, Greysia Polii. Meski telah mencapai puncak tertinggi kasta bulu tangkis dunia tersebut, prestasi Apriyani di ajang Asian Games sejauh ini masih belum menyentuh podium tertinggi.

Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu. (Foto: PBSI)
Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu. (Foto: PBSI)

Pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, pencapaian terbaiknya adalah mempersembahkan dua medali perunggu dari nomor beregu putri dan ganda putri. Menariknya, partner Apriyani, yaitu Greysia justru sudah pernah merasakan medali emas di Asian Games dan Olimpiade. Medali Asian Games diraih Greysia saat masih bersama Nitya Krishinda Maheswari pada edisi Asian Games Incheon 2014.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement