KISAH Christian Hadinata, atlet bulu tangkis Indonesia yang mengawali karier di lapangan tanpa alas kaki hingg kini jadi legenda badminton dunia jelas menarik untuk dibahas.
Lahir di Purwokerto pada 11 Desember 1949, Christian Hadinata tumbuh sebagai anak bungsu dari pasangan Timotius Hadinata dan Aer Nio yang menyukai berbagai cabang olahraga. Masa kecilnya diwarnai dengan kegemaran bermain sepak bola sebelum akhirnya minatnya bergeser ke dunia tepok bulu saat ia menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama.
Ketertarikan tersebut bermula dari kebiasaannya membaca berita keberhasilan para pebulu tangkis pendahulu yang sukses merebut Piala Thomas bagi Indonesia. Dari sana, ia menyadari bahwa bulu tangkis merupakan panggung strategis di mana bangsa Indonesia mampu bersaing secara terhormat di kancah internasional.
Namun, keterbatasan ekonomi membuat impian masa mudanya tidak mudah diwujudkan karena mahalnya harga perlengkapan seperti raket, kok, dan sepatu. Beruntung ia memiliki sahabat setia bernama Wie Wie Kian yang kerap meminjamkan peralatan serta membelikan kok, meski Christian harus rela bermain tanpa mengenakan alas kaki.
Titik balik kehidupannya terjadi selepas lulus SMA ketika ia berlibur ke Bandung dan diminta sang kakak untuk menetap serta menekuni bulu tangkis secara serius. Keputusan tersebut membawanya berkuliah di STO Bandung, bergabung dengan klub Mutiara Bandung, hingga akhirnya sukses menembus Pelatnas PBSI usai meraih juara nasional ganda bersama Atik Jauhari.
Takdir besar menghampirinya ketika ia dipasangkan dengan Ade Chandra menyusul cedera mata yang dialami Atik Jauhari sebelumnya. Duet maut ini mencatatkan sejarah baru dengan keluar sebagai ganda putra Indonesia pertama yang menjuarai ajang bergengsi All England pada tahun 1972.
Meski dikenal luas sebagai pemain spesialis ganda, Christian memiliki kemampuan teknik yang sangat komplet dan luar biasa. Fleksibilitas ini dibuktikannya saat turun di nomor tunggal putra All England 1973 dan sukses menjadi runner-up usai bertarung sengit melawan rekan senegaranya sendiri, Rudy Hartono.