PENGAMAT MotoGP, Carlo Pernat, tak sependapat dengan keinginan Jorge Martin juara dunia tapi hanya bermodal konsistensi finis di lima besar. Jurus tersebut tak lagi berguna.
Saat ini, Martin masih berkuasa di puncak klasemen MotoGP 2026 dengan torehan 256 poin. Ia unggul hingga 19 angka dari Marc Marquez usai MotoGP Aragon 2026 pekan lalu.
Martinator sempat mengatakan ingin mengulangi performanya saat juara dunia MotoGP 2024. Ketika itu, ia kalah jumlah kemenangan dari Francesco Bagnaia tapi cukup konsisten finis di podium.
Menurut Pernat, jurus tersebut hanya ampuh jika berhadapan dengan satu orang rival saja, dalam hal ini Bagnaia. Sementara, di MotoGP 2026, ada dua musuh besar yakni Marco Bezzecchi dan Marquez.
“Martin jadi juara dunia (saat) melawan Bagnaia (dengan cara) finis di depan, tentu. Tapi, dia hanya menghadapi Bagnaia,” kata Pernat, disitat dari Motosan, Senin (7/9/2026).
“Sekarang, dia bertarung untuk juara dunia (MotoGP 2026) melawan Bezzecchi dan Marquez,” tegas pria berkebangsaan Italia tersebut.
Keinginan Martin untuk finis di lima besar seperti pada MotoGP Aragon 2026, dianggap tidak berguna oleh Pernat. Ia meminta rider asal Spanyol itu menunjukkan mengapa dijuluki Martinator.
“Dia tidak lagi bisa cukup finis di posisi empat atau lima. Itu tidak berguna,” kata Pernat.
“Martin harus menunjukkan kekuatan dan mulai dari balapan berikutnya, menjadi Martin yang dikenal semua orang. Si Martinator, seperti julukannya,” tandas mantan manajer Enea Bastianini tersebut.
MotoGP 2026 akan kembali akhir pekan ini. Balapan bertajuk MotoGP San Marino 2026 itu merupakan seri ke-14 dan digelar di Sirkuit Misano World Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, 11-13 September.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.