Akan tetapi, Iannone kemudian membuat kejutan dengan melakukan pergantian ban di saat-saat terakhir.
"Saat kami mulai bersiap untuk balapan usai sesi pemanasan, terjadi perdebatan sengit di dalam garasi karena saya ingin menggunakan ban belakang tipe soft, sementara semua orang—termasuk Michelin—ingin saya menggunakan tipe medium," ucap Iannone.
Tardozzi membenarkan hal itu.
"Memang benar, karena saat tes kami sempat khawatir menggunakan ban tersebut, dan kami tahu bahwa ban medium memberi kami peluang untuk naik podium atau bahkan memenangkan balapan," ucapnya.
Meski demikian, Iannone dan kepala kru Marco Rigamonti—yang kini bekerja bersama Marc Marquez di tim pabrikan—memutuskan untuk mengambil risiko. Keputusan itu membuahkan hasil manis.
"Saya menyusun strategi bersama Rigamonti," ujar Iannone. "Marco berkata, 'Oke, Andrea, tapi kita tidak boleh memberi tahu siapa pun. Kita ambil risiko ini. Hanya aku dan kau yang terlibat dalam keputusan ini'."
"Empat menit sebelum balapan dimulai, kami memutuskan untuk menggunakan ban soft demi mengejar kemenangan, dan itu adalah pilihan yang tepat," ucap Rigamonti.
Iannone berhasil mengelola performa ban belakang soft tersebut dan meraih kemenangan tipis dengan selisih 0,9 detik atas Dovizioso yang kecewa, sementara Jorge Lorenzo dengan motor Yamaha-nya tertinggal lebih dari tiga detik.
Iannone, yang pindah ke Suzuki pada tahun 2017 setelah posisinya diambil alih oleh Lorenzo dan tidak pernah lagi memenangkan balapan MotoGP.
“Itu pastinya menjadi salah satu kenangan terbaik dalam hidup saya,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.