PENGAMAT MotoGP, Carlo Pernat, menduga Francesco Bagnaia punya motif tersendiri saat menerima pinangan Aprilia Racing. Ia yakin di dalam kepala sang pembalap terselip ambisi untuk mengalahkan Marc Marquez serta Ducati Lenovo.
Bagnaia resmi meninggalkan Ducati Corse yang sudah menjadi tempatnya bernaung sejak debut pada MotoGP 2019. Ia jadi pembalap tersukses di tim tersebut dengan torehan dua gelar juara dunia.
Pria berpaspor Italia itu lantas menerima tawaran dari Aprilia Racing dengan kontrak berdurasi empat musim. Bagnaia akan bertandem dengan sahabatnya Marco Bezzecchi mulai MotoGP 2027.
Tapi, sebelum bergabung dengan Aprilia, Bagnaia lebih dulu disebut sangat dekat ke Yamaha. Ia berubah pikiran di detik-detik terakhir dan memilih ke tim pabrikan asal Noale tersebut.
Pernat mengatakan, andai di Yamaha, Bagnaia akan mendapat gaji fantastis seperti halnya Fabio Quartarararo. Tapi, lelaki kelahiran Turin itu punya misi tersendiri.
“Ketika Bagnaia bicara dengan Yamaha, (CEO Aprilia Racing, Massimo) Rivola memintanya datang ke Aprilia dengan motor yang kompetitif,” papar Pernat, dinukil dari Motosan, Minggu (26/7/2026).
“Bagnaia sudah menghasilkan cukup banyak uang. Jadi, dia yakin saat mengambil tawaran yang nilainya mungkin hanya setengah dari Yamaha. Bagnaia membuat keputusan teknis,” tegas pria asal Italia itu.
“Dia membuat keputusan untuk menang. Sebuah keputusan, yang dalam satu sisi, adalah soal kemenangan melawan Ducati dan Marc Marquez,” tukas Pernat.
Lebih lanjut, Pernat meyakini Bagnaia berpikir soal perang melawan Marquez dan Ducati. Hal itu hanya bisa dilakukan jika bergabung dengan Aprilia yang menunjukkan tanda-tanda kompetitif sejak akhir musim lalu.
“Ini bukan soal portofolio dan uang. Di Aprilia, dia mendeklarasikan pertarungan, yang tidak akan mudah, tapi dia akan bertarung,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.