Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Peter Gade, Legenda Bulu Tangkis Denmark yang Selalu Kalahkan Taufik Hidayat di All England

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |11:10 WIB
Kisah Peter Gade, Legenda Bulu Tangkis Denmark yang Selalu Kalahkan Taufik Hidayat di All England
Legenda bulu tangkis asal Denmark, Peter Gade. (Foto: Sportskeeda)
A
A
A

KISAH Peter Gade, legenda bulu tangkis asal Denmark yang selalu kalahkan Taufik Hidayat di All England menarik untuk dibahas. Kehadiran Peter Gade pun menjadi salah satu alasan legenda tunggal putra Indonesia tersebut tak bisa merengkuh trofi All England hingga pensiun.

Seperti yang diketahui, era 2000-an menjadi saksi kehebatan empat tunggal putra terbaik dunia yang dijuluki Big 4 King’s. Kelompok elit bulu tangkis tersebut diisi oleh Lee Chong Wei (Malaysia), Taufik Hidayat (Indonesia), Lin Dan (China), dan Peter Gade (Denmark).

Di antara keempat legenda tersebut, nama Peter Gade sering kali dinilai memiliki raihan gelar internasional paling minim. Sosok asal Denmark ini memang lebih mendominasi kejuaraan di tingkat regional Eropa.

Catatan head-to-head milik Peter Gade juga menunjukkan dominasi para rivalnya. Menghadapi Lin Dan, ia menelan 17 kekalahan dari 21 bentrokan, sedangkan melawan Lee Chong Wei, Gade hanya sanggup mengemas dua kemenangan dari 21 pertemuan.

1. Rekor Pertemuan

Kendati demikian, situasi berbeda terjadi saat Peter Gade berhadapan dengan Taufik Hidayat. Legenda Denmark tersebut terbukti mampu memberikan perlawanan seimbang melawan peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu.

Taufik Hidayat
Taufik Hidayat

Dari total 18 duel yang tercipta sepanjang karier mereka, Gade memenangi delapan laga di antaranya. Bahkan pada dua pertemuan pamungkas mereka, yakni di All England 2010 dan Indonesia Open 2011, Gade selalu berhasil membungkus kemenangan atas Taufik.

Catatan manis Gade saat bersua Taufik paling mentereng terlihat dalam panggung All England. Turnamen tertua di dunia itu seolah menjadi arena pembuktian dominasi sang pemain Eropa atas legenda Indonesia.

 

2. Mimpi Buruk Taufik Hidayat di All England

Sepanjang sembilan kali keikutsertaannya di All England, Taufik Hidayat memang tak pernah sekalipun mencicipi gelar juara. Peter Gade menjadi salah satu batu sandungan terbesar yang berulang kali mengubur impian Taufik di turnamen tersebut.

Pertemuan pertama mereka di All England terjadi pada partai final edisi 1999. Kala itu, Taufik yang baru berusia 17 tahun dan melakoni laga debutnya harus menyerah lewat pertarungan rubber game ketat dengan skor 11-15, 15-7, dan 10-15.

peter gade dan taufik hidayat foto ig @petergadeofficial
peter gade dan taufik hidayat foto ig @petergadeofficial

Dominasi Gade berlanjut di babak semifinal All England 2004, di mana ia kembali memaksa Taufik mengubur mimpinya. Momen kelam bagi Taufik kembali terulang untuk ketiga kalinya pada perempat final All England 2010, saat Gade lagi-lagi menghentikannya lewat laga rubber game.

Ketiga kemenangan tersebut menjadikan Peter Gade sebagai penakluk utama Taufik di panggung All England. Berbeda dengan Taufik, Peter Gade sendiri sukses mengoleksi tiga gelar juara sepanjang keikutsertaannya di turnamen paling prestisius tersebut.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement