Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pebulu Tangkis Cantik India PV Sindhu, Akhiri Dahaga Gelar Dua Tahun di Japan Open 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2026 |10:54 WIB
Kisah Pebulu Tangkis Cantik India PV Sindhu, Akhiri Dahaga Gelar Dua Tahun di Japan Open 2026
Tunggal putri asal India, Pusarla V Sindhu. (Foto: Instagram/pvsindhu1)
A
A
A

TOKYO – Tunggal putri asal India, Pusarla Venkata (PV) Sindhu, berhasil menuntaskan dahaga gelar juara yang menyiksanya selama hampir dua tahun. Keberhasilan tersebut diraih usai dirinya menjuarai turnamen Japan Open 2026 di Tokyo, pada Minggu 19 Juli 2026.

Pada partai puncak, atlet berusia 31 tahun itu tampil impresif dengan menumbangkan wakil tuan rumah, Akane Yamaguchi, dua gim langsung  dengan skor 21-17 dan 21-17. Ini merupakan gelar Japan Open pertama sepanjang kariernya sekaligus piala perdana sejak Syed Modi International pada 2024 lalu.

Kemenangan manis di Negeri Sakura ini terasa sangat emosional bagi tunggal putri peringkat 10 dunia tersebut. Tangis haru menyelimuti momen selebrasinya setelah memastikan poin kemenangan di lapangan.

Sindhu mengungkapkan hasil ini menjadi pembuktian besar atas kerja keras dan keyakinan dirinya. Pasalnya, tak sedikit pihak yang sempat meragukan performanya menyusul penurunan prestasi dalam kurun waktu belakangan ini.

"Kemenangan ini sangat penting karena bermain di final adalah satu hal, tetapi menang dan mendapatkan medali emas adalah hal yang berbeda sama sekali," ujar Sindhu, mengutip dari media Malaysia, New Straits Times, Senin (20/7/2026).

"Saya senang berada di sisi positif. Ini memberi saya banyak kepercayaan diri,” tambahnya.

Pusarla V Sindhu bersama pelatih Irwansyah usai juara Japan Open 2026. (Foto: Instagram/pvsindhu)
Pusarla V Sindhu bersama pelatih Irwansyah usai juara Japan Open 2026. (Foto: Instagram/pvsindhu)

1. Perjuangan Sengit

Langkah Sindhu meraih podium tertinggi tidaklah mudah karena harus menundukkan Yamaguchi yang bertengger di peringkat tiga dunia. Momen penentu kemenangan terjadi secara dramatis lewat proses challenge.

Pukulan Yamaguchi sempat dinyatakan masuk oleh hakim garis, namun Sindhu dengan sigap mengajukan peninjauan ulang yang akhirnya membuahkan hasil manis. Sebelum menginjakkan kaki di final Tokyo, pencapaian terbaik Sindhu di tur dunia tahun ini hanyalah mencapai babak semifinal sebanyak dua kali.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement