JAKARTA - Petenis muda berbakat Indonesia, Ethan Jake Frans baru saja mengukir sejarah baru yang luar biasa. Atlet belia berusia 14 tahun tersebut bersiap menjalani salah satu tonggak terbesar dalam kariernya setelah resmi mengamankan tempat di ajang prestisius Wimbledon Junior 2026 berkat deretan prestasi internasionalnya yang memukau.
Ethan yang merupakan putra legenda tenis Indonesia, Wynne Prakusya, menjadi petenis Indonesia pertama yang menerima undangan ke nomor Boys' 14 & Under Singles Wimbledon berdasarkan pengakuan atas pencapaiannya, bukan melalui jalur kualifikasi. Perjalanan itu juga didukung oleh program The Mangkunegaran Fellowship yang baru diluncurkan untuk mendukung atlet muda Indonesia di level internasional.
Saat ini, Ethan menempati peringkat satu Asia kategori U-14 sekaligus masuk jajaran 10 besar dunia U-14 versi UTR. Petenis yang berlatih di West Tennis Academy Jakarta tersebut lahir di Singapura pada 17 April 2012 dari pasangan Frans Erick dan Wynne Prakusya.
Prestasi Ethan terus mencatat sejarah bagi tenis Indonesia sejak usia dini. Dia menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai IMG International Junior Championship U-12 dan Junior Orange Bowl U-12 pada 2024, serta dipercaya Asian Tennis Federation memperkuat Tim Asia di World Group Championship.
Awal 2026 juga menjadi periode bersejarah bagi Ethan setelah tampil di Australian Open - ELITE 14 Junior Asia Pacific. Pada rentang Januari hingga April 2026, dia sukses menjadi petenis Indonesia pertama yang menduduki peringkat satu Asia kategori U-14 hingga akhirnya memperoleh undangan ke Wimbledon.
Setelah tampil di Wimbledon yang berlangsung pada 4-12 Juli di London, Ethan akan melanjutkan rangkaian tur Eropa di empat turnamen internasional lainnya. Dia dijadwalkan mengikuti Open Stade Français di Paris, Tennis Europe U14 d'Annecy di Prancis, Internationale Deutsche Tennismeisterschaften U14 di Jerman, hingga ITF World Junior Tennis Finals di Republik Ceko.
Program tur Eropa tersebut mendapat dukungan penuh dari The Mangkunegaran Fellowship yang diinisiasi K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X. Program tersebut dirancang sebagai bentuk pendampingan jangka panjang bagi generasi muda Indonesia yang berprestasi, termasuk di bidang olahraga.
"Ethan tidak sekadar bermain tenis. Ia menulis sejarah untuk dirinya, untuk keluarganya, dan untuk Indonesia. Diundang ke Wimbledon bukan karena mengikuti kualifikasi, melainkan karena dunia tenis mengakui kemampuannya, adalah pencapaian yang tidak ternilai", ujar K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X dalam rilis resminya, dikutip Kamis (9/7/2026).