TIM Putra Institut Perbanas dan Tim Putri Universitas Surabaya (UBAYA) berhasil menjadi juara Campus League Basketball Season 1 2026. Prestasi itu tentunya sangat membanggakan untuk kedua tim.
Dalam Laga Final di di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Sabtu 13 Juni 2026. Perbanas mengalahkan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW) dengan skor akhir 47-45. Sementara di sektor putri, UBAYA menaklukkan Soegijapranata Catholic University (SCU) 59-51.

CEO Campus League, Ryan Gozali mengungkapkan, keberhasilan penyelenggaraan musim pertama menunjukkan olahraga kampus memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ekosistem yang lebih kuat di masa depan. Untuk itu, ia mengucapkan selamat kepada para kampiun dan juga berpesan bagi tim yang belum berhasil mengangkat trofi juara agar tidak patah arang, melainkan terus mengasah diri agar lebih kompetitif di season yang akan datang.
"Season 1 bukan hanya tentang mencari juara. Yang paling penting adalah membangun fondasi. Kami melihat antusiasme kampus, mahasiswa, pelatih, dan berbagai pihak yang terlibat sangat besar," kata Ryan.
"Masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, tapi sudah ada indikator olahraga kampus di Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan apabila dibangun secara konsisten dan berkelanjutan," tambahnya.
Menurutnya, Campus League hadir sebagai ruang tumbuh bagi student-athlete Indonesia. Itu baik dari sisi prestasi olahraga maupun pengembangan karakter.
"Kami percaya olahraga kampus tidak hanya menghasilkan atlet. Ia membentuk disiplin, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan berbagai keterampilan hidup yang akan dibawa mahasiswa setelah mereka lulus,” tukas Ryan.
Campus League dibangun di atas tiga pilar utama: Athleticism, Academics, dan Affinity, yang menempatkan olahraga sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Melalui pendekatan tersebut, student-athlete tidak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tetapi juga berkembang secara akademik dan sosial.
Tidak hanya berfokus pada basketball, tahun ini Campus League juga akan menyelenggarakan kompetisi di nomor badminton dan futsal. UniGames akan menjadi penutup kalender dengan menghadirkan berbagai olahraga lain.
“Karena pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya kompetisi, melainkan sebuah sistem yang memberi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk bertumbuh melalui olahraga,” tutur Ryan.