KOMPETISI bola voli tertinggi Tanah Air, Proliga, tidak pernah kering dari talenta-talenta luar biasa. Menariknya, di balik ketangguhan mereka saat melepaskan smash atau menjaga pertahanan di atas lapangan, sejumlah pevoli putri Indonesia ini memiliki profesi ganda yang sangat disegani, yakni sebagai prajurit aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada Proliga 2026 lalu, para srikandi voli ini tetap membuktikan bahwa karier sebagai abdi negara dan atlet profesional bisa berjalan beriringan dengan torehan prestasi yang mengilap.
Gadis yang menjadi pujaan hati pemain Madura United, Aji Kusuma, ini merupakan anggota aktif dari TNI Angkatan Laut (AL). Setelah sukses membawa Jakarta Elektrik PLN keluar sebagai runner-up pada musim 2024, Nurlaili kembali memperkuat Jakarta Pertamina Enduro sejak musim 2025 hingga musim 2026 ini. Lini serang srikandi laut ini selalu menjadi momok menakutkan bagi pertahanan lawan.
Hany Budiarti adalah prajurit TNI Angkatan Udara (AU) berpangkat Sersan Dua (Serda). Pevoli senior dengan tinggi badan 176 cm ini mengawali kariernya di Padepokan Voli Sentul dan memiliki segudang prestasi, termasuk menjuarai Proliga 2018 bersama Jakarta Pertamina Energi.
Hany sejatinya sudah tak meramaikan Proliga di dua edisi terakhir karena alasan keluarga. Namun, pada Mei 2026 ini ia terlihat kembali bermain voli lagi.
Tisya resmi bergabung menjadi keluarga besar TNI AL setelah menyelesaikan pendidikan militernya pada tahun 2022. Di atas lapangan voli, gadis kelahiran 11 Oktober 2000 ini memiliki ketenangan luar biasa sehingga dipercaya mengemban tugas sebagai kapten tim Jakarta Pertamina Enduro. Ia merupakan salah satu penentu medali emas PON XX Papua untuk Jawa Barat dan langganan pemberi medali perunggu bagi Timnas Indonesia di ajang SEA Games.
Berbeda dengan rekan-rekannya yang banyak tersebar di matra udara dan laut, Wintang merupakan anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) berpangkat Serda. Pembalap berdarah Yogyakarta yang tampil istiqomah mengenakan hijab ini berposisi sebagai outside hitter dan pernah menyumbang medali perunggu di SEA Games 2019.
Bakat olahraga Tasya mengalir deras dari kedua orang tuanya; ayahnya, Sudirman, adalah mantan pelatih Persija Jakarta, sedangkan ibunya merupakan mantan atlet voli. Tasya yang berposisi sebagai libero tangguh bertinggi badan 169 cm ini merupakan perwira aktif di TNI AU. Memasuki Proliga 2026, ia menjadi komando lini pertahanan Jakarta Elektrik PLN.
Afifah Syahes merupakan salah satu perwira aktif kebanggaan TNI AU yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Menekuni dunia voli sejak usia remaja, Afifah menjadi andalan di lini serang Jakarta Elektrik PLN untuk mengarungi ketatnya kompetisi Proliga 2026 yang kian kompetitif.
Akrab disapa Caca, pevoli berusia 26 tahun ini juga merupakan perwira aktif di kesatuan TNI AU. Bermain di posisi outside hitter, Caca menjadi andalan lokal yang bahu-membahu bersama Tasya dan Afifah di skuad Jakarta Elektrik PLN dalam membendung gempuran pemain-pemain asing.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.