FLORENCE – Persaingan di kelas Moto3 2026 tidak hanya memanas di dalam lintasan balap, melainkan juga memicu rasa penasaran publik terkait nilai kontrak para pembalap muda yang berlaga. Dua nama yang kini tengah mencuri perhatian jelang bergulirnya seri Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello pada 29-31 Mei ini adalah rider andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, dan pembalap tangguh Spanyol, David Munoz.
Sebagai bagian dari regulasi FIM World Championship, rincian resmi mengenai nilai kontrak dan gaji kedua pembalap ini memang disimpan sangat rapat dan bersifat rahasia dari publik. Kendati demikian, berdasarkan laporan industri dan estimasi di dalam paddock, pendapatan para pembalap muda di kelas Moto3 secara umum berada di kisaran 30 ribu hingga 150 ribu Euro per musim, atau setara dengan Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar.
Pendapatan di kelas Moto3 ini diakui bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan kelas utama MotoGP. Bahkan, angka tersebut bisa jauh lebih merosot atau bahkan nihil jika sang pembalap minim sokongan sponsor, kecuali bagi mereka yang memiliki bakat spesial seperti Jorge Martin saat debut di usia 17 tahun bersama Aspar Team dengan gaji pokok 40 ribu Euro plus bonus sponsor 70 ribu Euro.
Melihat rekam jejak prestisius Veda Ega Pratama yang dipromosikan lewat jalur emas Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup, pembalap kelahiran Gunungkidul ini diprediksi kuat menerima Team-funded Contract (Kontrak Standar Tim) dari pabrikan Honda. Dalam skema industri balap modern, status ini sangat menguntungkan karena membebaskan Veda dari label pay rider, di mana seluruh biaya operasional balapnya ditanggung penuh oleh tim pabrikan, Honda Team Asia.
Veda sendiri langsung membuktikan posisinya di dalam tim bukanlah sekadar formalitas komersial. Hingga seri keenam Moto3 2026, pembalap berusia 17 tahun ini sukses bertengger di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 58 poin.
Raihan impresif tersebut menempatkan Veda sebagai pembalap debutan (rookie) terbaik sejauh ini. Ia berhasil mengungguli pembalap muda bertalenta lainnya seperti Brian Uriarte di posisi 9 (42 poin) hingga Hakim Danish asal Malaysia yang tertahan di peringkat 11 dengan raihan 27 poin.
Di kubu lawan, David Munoz juga menjadi daya tarik tersendiri dengan perkiraan pendapatan yang berada di ceruk pasar serupa kelas Moto3, yakni Rp500 juta hingga Rp2,5 biliar per musim. Meski secara posisi klasemen saat ini Munoz berada di bawah Veda, tepatnya di peringkat ke-10 dengan 38 poin, pembalap bernomor motor 64 ini memiliki keunggulan dalam hal pencapaian podium.
Munoz tercatat sudah dua kali mengamankan podium ketiga pada musim ini, masing-masing diraihnya saat mengaspal di seri Spanyol dan Catalunya. Pengalaman naik podium ini menjadi modal berharga bagi Munoz untuk membendung dominasi performa Veda.
Pertemuan dan bentrokan gaya balap antara Veda Ega yang konsisten di 10 besar melawan David Munoz yang agresif memburu podium akan menjadi tontonan menarik di Sirkuit Mugello akhir pekan ini.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.