Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pilu Ye Zhaoying, Eks Rival Susy Susanti yang Terusir dari China

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2026 |07:59 WIB
Kisah Pilu Ye Zhaoying, Eks Rival Susy Susanti yang Terusir dari China
Mantan tunggal putri China, Ye Zhaoying. (Foto: Instagram/ye_zhaoying)
A
A
A

ERA 1990-an hingga awal 2000-an menjadi saksi bisu rivalitas sengit di sektor tunggal putri bulu tangkis dunia, salah satunya pertemuan antara legenda Indonesia, Susy Susanti, dan bintang China, Ye Zhaoying. Di atas lapangan, Ye Zhaoying adalah lawan yang tangguh bagi Susy dengan berhasil mengemas 11 kemenangan dari total 31 duel mereka.

Namun, roda nasib berputar drastis setelah raket digantung. Jika Susy kini menikmati masa pensiun dengan damai di Indonesia, Ye Zhaoying justru harus menelan pil pahit kehidupan di pengasingan.

Mantan pebulu tangkis papan atas ini dicap sebagai pengkhianat oleh otoritas di negaranya. Hukuman sosial dan politik yang diterimanya bukan karena kegagalan di arena, melainkan karena keberaniannya membongkar borok sistem olahraga di balik tirai bambu.

1. Skandal Olimpiade Sydney 2000

Titik balik kehidupan Ye Zhaoying bermula dari pengakuan kontroversialnya mengenai pergelaran Olimpiade Sydney 2000. Ia secara terbuka membeberkan bahwa dirinya mendapat paksaan serta ancaman dari pihak luar untuk sengaja kalah di babak semifinal.

Ye Zhaoying vs Susi Susanti. BWF
Ye Zhaoying vs Susi Susanti. BWF

Saat itu, Ye Zhaoying diinstruksikan untuk memuluskan langkah rekan senegaranya, Gong Zhichao, menuju podium tertinggi. Langkah berani Ye Zhaoying dalam menelanjangi intrik politik dan pengaturan laga (match-fixing) tersebut berbuntut panjang.

Pemerintah China langsung menyematkan label pengkhianat kepadanya. Sanksi yang diterima Ye Zhaoying pun tergolong ekstrem; namanya dihapus dari lembaran sejarah olahraga nasional, seolah-olah seluruh medali dan prestasi yang pernah ia sumbangkan untuk negara tidak pernah ada.

Merasa ruang geraknya terkunci dan keselamatannya terancam, ia akhirnya mengambil keputusan besar untuk angkat kaki dari China dan menetap di Spanyol.

 

2. Hidup dalam Pengucilan di Spanyol

Di Spanyol, Ye Zhaoying tidak sendiri. Ia ditemani oleh sang suami, Hao Haidong, yang juga merupakan mantan pesepakbola legendaris sekaligus pencetak gol terbanyak dalam sejarah Timnas China.

Nasib Hao Haidong pun setali tiga uang; ia masuk dalam daftar hitam dan dikucilkan karena memiliki pandangan yang sama dengan sang istri dalam menentang rezim yang berkuasa. Kehidupan di Eropa nyatanya tidak sepenuhnya menghadirkan ketenangan, sebab mereka harus menerima kenyataan pahit diasingkan oleh lingkungan terdekat.

ye zhaoying
ye zhaoying

Hubungan dengan keluarga merenggang, bahkan sang ayah sempat meminta Ye Zhaoying untuk berhenti menyuarakan protes. Tidak hanya itu, komunikasi dengan rekan-rekan seperjuangan di dunia bulu tangkis pun terputus total. Teman dekatnya semasa di asrama dulu, Dai Yun, bahkan telah menghapus kontak media sosialnya.

"Pemerintah China mengatakan kami pengkhianat, tapi kami tidak pernah mengatakan hal negatif tentang orang China. Kami hanya berbicara menentang rezim China," tegas Hao Haidong.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement