Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sedih Hendra Setiawan, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Pensiun dengan Dua Rasa Penasaran

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2026 |15:45 WIB
Kisah Sedih Hendra Setiawan, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Pensiun dengan Dua Rasa Penasaran
Hendra Setiawan bersama Mohammad Ahsan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
A
A
A

KISAH sedih legenda bulu tangkis Indonesia, Hendra Setiawan yang ternyata memiliki dua impian yang gagal tercapai ketika sudah pension menarik untuk dibahas. Ya, mantan rekan Mohammad Ahsan itu ternyata masih memiliki rasa penasaran akan dua hal yang gagal ia raih semasa masih aktif sebagai pebulutangkis profesional.

1. Melampaui Batas Ekspektasi di Usia Senja

Berkarier selama 35 tahun hingga menyentuh usia 40 tahun bukanlah perkara mudah bagi seorang atlet profesional. Dalam pengakuan di kanal YouTube pribadinya, Hendra mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena mampu bertahan di level tertinggi jauh melampaui apa yang pernah ia bayangkan sebelumnya sebelum akhirnya pension di Indonesia Masters 2025.

"Ya yang pasti saya ingin mengucapkan terima kasih terutama pada Tuhan karena saya bersyukur saya bisa dikasih kesempatan main sampai hari ini, sampai umur segini, ya itu bener-bener di luar harapan saya lah," kata Hendra, dikutip dari kanal Youtube pribadinya, Rabu (6/5/2026).

Deretan prestasinya memang sangat mentereng, mencakup medali emas Olimpiade Beijing 2008, trofi Piala Thomas 2020, hingga koleksi 30 gelar turnamen BWF yang termasuk di dalamnya dua titel bergengsi All England.

Hendra Setiawan jadi pelatih di All England 2025 (Foto: PBSI)
Hendra Setiawan jadi pelatih di All England 2025 (Foto: PBSI)

2. Dua Dahaga yang Tak Terpuncaki

Di balik lemari trofi yang penuh sesak, Hendra secara jujur mengakui masih ada celah yang gagal ia tutup hingga masa pensiunnya tiba. Impian besar pertama yang terus meleset adalah membawa pulang Piala Sudirman ke Tanah Air.

Meski telah berjuang dalam lima edisi berbeda, pencapaian terbaiknya hanyalah satu medali perak pada Piala Sudirman 2007. Hendra mengakui bahwa trofi beregu campuran tersebut tetap menjadi misteri yang belum mampu ia pecahkan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement